Ada 7,2 Juta Pengangguran, Menteri UMKM: Mahasiswa Jangan Cuma Cari Kerja

Menteri UMKM minta mahasiswa tak sekadar cari kerja, tetapi memanfaatkan peluang di kampus untuk menjadi pengusaha baru.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 26 Agustus 2026, 12:45 WIB
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam Konferensi Pers Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menantang generasi muda untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Menghadapi 7,2 juta pengangguran dan 85,3 juta pekerja informal di Indonesia, wirausaha dinilai sebagai jalan keluar strategis.

Saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Menteri Maman menekankan bahwa ukuran keberhasilan lulusan kampus seharusnya bukan lagi seberapa cepat mendapat pekerjaan, melainkan seberapa berani membangun bisnis sendiri.

"Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur," kata Menteri Maman dikutip dari laman kementerian, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, penambahan jumlah wirausahawan akan secara otomatis mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan menekan angka pengangguran.

"Kalau jumlah entitas atau pengusahanya semakin banyak, maka tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara konsekuensinya akan semakin meningkat. Salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran adalah mendorong kampus sebagai laboratorium atau inkubator untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha hebat di Tanah Air," ujar Menteri Maman.

Langkah Kemenkop Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Guna mewujudkan hal tersebut, Kementerian UMKM siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui sejumlah langkah strategis:

  • Inkubasi Bisnis Kampus: Memperkuat inkubator kampus sebagai wadah pelatihan, pendampingan, hingga akses ekosistem usaha. Maman mencontohkan pengusaha Chairul Tanjung yang memulainya dari jualan buku dan fotokopi saat kuliah.
  • Komersialisasi Riset Kampus: Mendorong inovasi dan riset akademis agar memiliki nilai jual di pasar, bukan sekadar jadi dokumen laboratorium.
  • Kemudahan Perizinan: Bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat sertifikasi dan legalitas UMKM.
  • Pemanfaatan Platform Digital: Memperkenalkan layanan digital SAPA UMKM untuk memperluas akses pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran bagi 57 juta UMKM.

"Sebagus apa pun hasil riset yang dimiliki kampus, jangan hanya menjadi pajangan di laboratorium. Bagaimana hasil riset tersebut mampu memberikan efek atau nilai komersial, memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi dosen maupun mahasiswa yang terlibat," ujar Menteri Maman. 

Data UNDP menunjukkan 81% anak muda Indonesia berminat menjadi wirausaha. Maman pun mengingatkan mahasiswa agar responsif terhadap perubahan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menangkap peluang bisnis baru.

"Artinya, tantangan kita ke depan tidak sederhana. Kita harus mulai mengubah cara melihat masa depan dengan bergandengan tangan antara pemerintah, sivitas akademika, dan mahasiswa untuk memberikan bekal menghadapi tantangan global," ungkap Menteri Maman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya