FIP Silver dan FIP Promises Bali Jadi Panggung Kebangkitan Padel Indonesia

Federasi Internasional Padel (FIP) menggelar seri Silver di Bali pada pertengahan Agustus 2026. Ajang ini diikuti atlet padel dari 32 negara.

oleh ThomasDiterbitkan 25 Agustus 2026, 20:00 WIB
Para juara FIP Silver dan FIP Promises Bali

Liputan6.com, Jakarta - Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem olahraga padel di Tanah Air. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyelenggaraan FIP Silver & FIP Promises Bali di Island Sports, Bali, pada 10-16 Agustus 2026.

Turnamen tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya ajang FIP Silver digelar di Indonesia. Tak sekadar menghadirkan persaingan berstandar internasional, kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi atlet nasional untuk menguji kemampuan menghadapi pemain dari berbagai negara.

Sebanyak 238 atlet dari 32 negara ambil bagian dalam FIP Silver Bali. Para peserta datang dari sejumlah negara dengan tradisi padel kuat, seperti Spanyol, Italia, Argentina, Portugal, Singapura, Jepang, Jerman, Brasil, Inggris, hingga Thailand.

Kehadiran ratusan atlet internasional tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan padel Indonesia. Dengan menjadi tuan rumah kompetisi berlevel internasional, atlet Indonesia bisa mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi pemain dengan karakter dan level permainan yang beragam tanpa harus selalu berkompetisi di luar negeri.

Pada kategori putra, gelar juara menjadi milik pasangan Marcos Gonzalez Blanco dari Spanyol dan Martin Abud. Sementara itu, kategori putri dimenangkan pasangan asal Spanyol, Carla Fernandez Gonzalez dan Nerea Guerra Santana.


Investasi untuk Regenerasi Atlet

Tak hanya menggelar kompetisi senior, PBPI juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan atlet usia muda melalui FIP Promises Bali.

Ajang tersebut diikuti 276 atlet muda dari 10 negara, yakni Amerika Serikat, Malaysia, Italia, Inggris, Kazakhstan, Prancis, Rusia, Singapura, Kuwait, dan Jerman.

Bagi PBPI, kompetisi kelompok usia menjadi bagian penting dalam membangun jalur pembinaan atlet secara berkelanjutan. Pengalaman tampil di turnamen internasional sejak usia dini diharapkan membuat talenta-talenta muda Indonesia semakin siap menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.

Hasilnya pun cukup menggembirakan. Sejumlah pasangan Indonesia berhasil meraih gelar juara di berbagai kelompok usia.

Pada kategori U-12 putra, pasangan M. Rakha Rezqiano Simanjuntak dan Oziel Kurnia Alfarizqi keluar sebagai juara. Kemudian, Gibra Hazell Alvaro dan Oliver Nathan Darmawan menjadi kampiun U-14 putra.

Lanjut Baca:

Sementara itu, kategori U-14 putri dimenangkan Calia De Heyn dan Namu Steenbakkers. Pada U-16 putri, gelar juara diraih Johanna Nesya Rosejaya dan Ratu Athena Putri. Prestasi Indonesia berlanjut di kelompok U-18. Bagas Putrajati dan Rafael Jose Soesilo menjadi juara U-18 putra, sedangkan Ratu Athena Putri dan Kadek Nandini Oktavia Nandin merebut gelar U-18 putri. Untuk kategori U-12 putri, Zara Settimi dari Italia dan Bellaluna Syahputri dari Indonesia keluar sebagai pemenang. Sementara kategori U-16 putra menjadi milik pasangan Kazakhstan, Arnur Tursynkhan dan Islam Duissengazin. Deretan prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa Indonesia memiliki talenta muda yang mampu bersaing dalam kompetisi internasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya