Liputan6.com, Jakarta - Ratu Tisha menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara olahraga dan pendidikan setelah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memastikan gelar Regional Jakarta di Liga Universitas 2026. Kemenangan telak 16-0 atas Universitas Pakuan (Unpak) pada laga penentuan di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026), menutup perjalanan UNJ musim ini.
UNJ mengakhiri kompetisi tanpa kekalahan, menegaskan dominasi mereka di regional ibu kota.
Advertisement
Liga Universitas 2026 menjadi ajang sepak bola antarkampus yang mempertemukan tim-tim perguruan tinggi dari dua klaster regional.
Pesan Ratu Tisha Usai Liga Universitas 2026 Rampung
Wakil Ketua PSSI sekaligus Pendiri Yayasan Grha Gemah Nusa, Ratu Tisha Destria, menyampaikan bahwa sepak bola dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda.
"Liga Universitas Coca-Cola menunjukkan bagaimana sepak bola dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam mendukung perkembangan generasi muda, lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan kepemimpinan, disiplin, kerja sama tim, dan kepercayaan diri, seiring dengan perjalanan akademik mereka," ujar Tisha.
"Program seperti ini membutuhkan kemitraan yang kuat antara ekosistem olahraga, institusi pendidikan, sektor swasta, dan pemerintah agar semakin banyak generasi muda Indonesia memiliki kesempatan untuk terus berkembang," jelasnya.
Musim 2026 mempertemukan 15 tim dari Jakarta dan Bandung dengan total 98 pertandingan, berlangsung sejak 18 April hingga 23 Agustus 2026.
UNJ Kunci Gelar Regional Jakarta, STKIP Pasundan Juara Bandung
Final Regional Jakarta digelar di Stadion PTIK. UNJ menaklukkan Unpak dengan skor 16-0 pada partai penentuan gelar, Minggu (23/8/2026).
Sepanjang 14 pertandingan, UNJ mengumpulkan 38 poin dan menutup musim di puncak klasemen Regional Jakarta.
Di sisi lain, STKIP Pasundan lebih dulu memastikan gelar Regional Bandung dengan koleksi 36 poin dari 12 pertandingan.
Perjalanan Musim dan Suara dari Lapangan
Musim UNJ berjalan padat. Sejumlah pemain harus membagi fokus karena juga tampil di kompetisi resmi lain, termasuk Liga 4 dan Elite Pro Academy Liga 2 U-19. Situasi ini memaksa rotasi di tengah persoalan cedera, namun tim tetap konsisten hingga partai terakhir.
"Kami bersyukur dapat menyelesaikan turnamen ini tanpa kekalahan. Kemenangan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di Universitas Negeri Jakarta, mulai dari tim pelatih, komunitas universitas, para pendukung, dan tentunya para pemain yang terus menunjukkan komitmen sepanjang musim. Kami juga mengapresiasi Liga Universitas yang telah menyediakan wadah kompetisi yang sangat baik bagi sepak bola universitas di Indonesia," kata Theophanic.