Timnas Putri Indonesia Derita Kekalahan Pertama di AVC Women’s Continental 2026

Timnas voli putri Indonesia kalah 0-3 (16-25, 18-25, 15-25) dari Thailand.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 24 Agustus 2026, 16:33 WIB
Timnas Indonesia mengikuti AVC Women's Volleyball Continental Championship 2026. (Dok Asian Volleyball)

Liputan6.com, Jakarta - Tren kemenangan timnas voli putri Indonesia terhenti pada AVC Women’s Continental 2026. Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Thailand 0-3 (16-25, 18-25, 15-25) pada pertandingan kedua Pool B di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China, Senin (24/8/2026).

Kekalahan tersebut membuat tim asuhan Marcos Sugiyama mengoleksi satu kemenangan dan satu kekalahan dari dua pertandingan.

Hasil ini menjadi kekalahan perdana Indonesia pada turnamen tersebut. Sebelumnya, Garuda Pertiwi membuka persaingan dengan kemenangan 3-0 (25-22, 25-22, 25-23 atas Kazakstan.

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia Luciana Taroreh mengakui Thailand memperlihatkan kualitas sebagai salah satu tim dengan level dan peringkat lebih tinggi di kawasan Asia. Menurutnya, pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting bagi skuad Indonesia.

“Thailand menunjukkan kualitasnya sebagai tim yang memang berada di level dan peringkat yang lebih tinggi di Asia, sehingga pertandingan ini menjadi ujian yang sangat baik bagi tim kami,” kata Luciana pada keterangan PBVSI.

Meski gagal meraih kemenangan, Luciana melihat ada kemajuan dalam permainan Garuda Pertiwi. Ia menyoroti berkurangnya jumlah kesalahan sendiri dibandingkan dengan laga sebelumnya.

“Meski belum berhasil meraih kemenangan, kami melihat perkembangan positif dari tim Indonesia. Salah satu catatan penting adalah berkurangnya jumlah kesalahan sendiri dibanding pertandingan sebelumnya,” ujarnya.

 


Timnas Indonesia Masih Harus Berbenah

Timnas Indonesia beraksi di AVC Women's Volleyball Continental Championship 2026. (Dok Asian Volleyball)

Indonesia juga dinilai berusaha menandingi permainan Thailand dari sisi intensitas, pertahanan, hingga keberanian melakukan serangan. Para pemain tetap berupaya menjalankan pola permainan yang telah disiapkan meski terus berada dalam tekanan lawan.

“Mereka tidak menyerah dan terus berupaya menjalankan strategi yang telah dipersiapkan. Tentu masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dan memaksimalkan peluang,” kata Luciana.

Dalam pertandingan tersebut, Indonesia menurunkan sejumlah pemain andalan, antara lain Chelsa Berliana, Arneta Putri, Miradanti Namira, Arsela Nuari Purnama, Medi Yoku, dan Ersandrina Devega. Namun, Thailand mampu mengambil kendali permainan dan menyulitkan Indonesia mengembangkan serangan.

Tekanan Thailand sudah terasa sejak set pembuka. Indonesia berusaha menjaga persaingan angka, tetapi permainan lawan membuat Garuda Pertiwi tertinggal dan akhirnya kehilangan set pertama 16-25.

Perlawanan Indonesia meningkat pada set kedua. Garuda Pertiwi sempat berusaha menjaga jarak perolehan poin, tetapi konsistensi Thailand kembali menjadi pembeda. Indonesia pun kehilangan set kedua dengan skor 18-25.

Thailand tidak mengendurkan tekanan pada set ketiga. Indonesia semakin kesulitan menemukan ritme permainan dan tertinggal dalam perolehan angka sebelum menyerah 15-25.


Pelajaran untuk Laga Ketiga

Luciana mengatakan pengalaman menghadapi Thailand akan menjadi bahan evaluasi bagi Indonesia sebelum menjalani pertandingan selanjutnya. Perbaikan terutama diperlukan agar para pemain dapat tampil lebih konsisten dan efektif memanfaatkan peluang.

“Evaluasi akan terus dilakukan agar tim dapat tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya melawan Australia dan terus berkembang menuju target yang telah ditetapkan di AVC Continental 2026,” ujarnya.

Indonesia akan menutup pertandingan Pool B dengan menghadapi Australia pada Rabu (26/8/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya