Liputan6.com, Jakarta - Iskandar Loedin bukan lah nama baru dalam kalangan seni pertunjukan Indonesia. Ia sudah berkutat dengan tata artistik panggung sejak tahun 1995.
Tahun ini, ia menjadi penata panggung dalam perhelatan kolosal Pagelaran Sabang Merauke yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat-Minggu (21-23/8/2026).
Advertisement
“Tahun lalu ada 350 sekian penari, sekarang menjadi 387. Nomor koreografi tahun lalu sekitar 70 sekian, sekarang 117 nomor koreografi yang harus kita kerjakan bersama tim,” ujar Iskandar dalam jumpa pers setelah Premier Show Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, itu menjadi salah satu tantangan bagi tim koreografer karena harus membuat koreografi itu tetap dinamis.
“Dan itu ya tantangan buat tim koreografer untuk bagaimana setiap koreografi yang ada itu juga nantinya selalu dinamis. Kemudian ketika ada pengadeganannya, tarinya harus seperti apa, dan lain-lain itu memang tantangan yang cukup menantang buat tim kreatif,” tuturnya.
Ketika hasil dari kerja keras mereka ditampilkan sore itu, ia bersyukur dengan melihat antusias para penonton yang luar biasa.
“Alhamdulillahnya hari ini kita bisa premiere dan bisa langsung berhadapan dengan penonton yang punya energi begitu luar biasa sehingga semangat dari teman-teman pun ketika mempertontonkan dan mengekspresikan hasil latihan kita,” tambahnya.
Hidupnya Elemen Pertunjukan
Di sisi lain, sutradara dari pagelaran kolosal ini, Rusmedie Agus, mengungkapkan bahwa seluruh elemen pertunjukan baru benar-benar hidup ketika bertemu di panggung dan menerima energi langsung dari penonton.
“Apa yang kita latih di tempat latihan itu hanyalah modal. Di atas panggung, semuanya tumbuh, hidup, dan berkembang bersama energi seluruh penonton yang hadir di Indonesia Arena. Walaupun pertunjukannya sama, rasanya akan terus bertambah dalam setiap harinya,” ungkapnya.
Rawat Budaya Sekaligus Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Antonius Widodo Mulyono selaku Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menekankan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif.
“BCA sendiri sudah lama bersentuhan dengan budaya, jadi ketika Pak Aming mengajak kami mendukung Pagelaran Sabang Merauke, itu langsung klik. Budaya tidak cukup hanya diwariskan, tapi harus dirawat, bahkan dikembangkan, supaya ekonominya juga bisa turut tumbuh,” ujar Widodo.
Karya Seniman Berpengalaman Indonesia
Pagelaran ini merupakan karya seniman yang sudah berpengalaman di kancah internasional. Sebanyak lebih dari 1.700 orang terlibat, termasuk 700 seniman yang tampil di panggung.
Para penari yang terlibat sebanyak 387, yang menarikan 117 koreografi. Setiap scene per daerah rata-rata melibatkan hampir 100 penari.
Sejak tahun 2024, penyelenggara mengadakan The Audition Pagelaran Sabang Merauke sehingga penari dari seluruh daerah di Indonesia dapat terlibat di panggung bertaraf internasional tersebut.