Robot Humanoid Kalahkan Rekor Pelari Tercepat Dunia Usain Bolt

Robot humanoid asal China, Tiangong Ultra, mengalahkan rekor lari 100 meter Usain Bolt. Berapa rekor kecepatan yang berhasil dicetak?

oleh Muhammad Yudha PratamaDiterbitkan 25 Agustus 2026, 06:17 WIB
Robot-robot berlomba dalam lari 100 meter saat upacara pembukaan World Humanoid Robot Games di Beijing, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Foto AP/Achmad Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta - Robot humanoid asal China mencuri perhatian setelah mencatat waktu lari 100 meter yang lebih cepat dibandingkan pelari tercepat di dunia, Usain Bolt.

Dikutip dari Engadget, Selasa (25/8/2026), robot bernama Tiangong Ultra menyelesaikan lari 100 meter dalam waktu 9,39 detik pada babak preliminary heat World Humanoid Robot Games di Beijing.

Catatan tersebut lebih cepat dibandingkan waktu 9,58 detik yang diraih Bolt pada 2009. Namun, capaian itu tidak mengubah rekor resmi atletik karena perlombaan robot dan kompetisi manusia berada dalam kategori berbeda.

Tiangong Ultra dikembangkan oleh Beijing Humanoid Robot Innovation Center. Dalam perlombaan tersebut, robot sempat tertinggal dari Robot bernama Lightning milik Honor sebelum berhasil melewatinya menjelang garis finis.

Lightning juga mencatat waktu 9,47 detik. Angka tersebut turut berada di bawah catatan 9,58 detik milik Bolt.

Meski kecepatannya mengesankan, kemampuan robot itu masih memiliki kelemahan. Setelah mencapai garis finis, sejumlah robot justru kesulitan menghentikan tubuhnya dan menabrak bantalan pengaman.

Kejadian tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan berlari dengan cepat belum berarti robot sudah mampu mengendalikan tubuhnya secara sempurna.

Padahal, pencapaian Tiangong Ultra menunjukkan perkembangan yang cukup besar. Pada kompetisi tahun sebelumnya, robot ini menyelesaikan lari 100 meter dalam 21,50 detik.

Kompetisi dengan Lebih dari 2.000 Robot

Robot-robot berjalan saat upacara pembukaan World Humanoid Robot Games di Beijing, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Foto AP/Achmad Ibrahim)

World Humanoid Robot Games 2026 bukan sekadar perlombaan lari. Kompetisi yang berlangsung di Beijing ini diikuti lebih dari 2.000 robot dari 666 team yang mewakili 16 negara.

Para robot berkompetisi dalam 51 cabang, mulai dari lari, sepak bola, tenis meja, tinju hingga sejumlah pertandingan dan aktivitas lainnya.

Kompetisi tersebut juga dirancang untuk memperlihatkan kemampuan robot di luar olahraga. Beberapa kategori menguji pekerjaan industri, layanan restoran, hingga berbagai aktivitas yang menyerupai pekerjaan manusia.

Ajang itu menjadi tempat bagi perusahaan dan pengembang untuk menunjukkan sejauh mana kemampuan robot humanoid dapat diterapkan dalam situasi nyata.

Perkembangan Pesat Humanoid

Rekor Tiangong Ultra menunjukkan seberapa cepat kemampuan fisik robot humanoid berkembang. Dalam waktu sekitar satu tahun, catatan robot tersebut meningkat dari 21,50 detik menjadi 9,39 detik.

Namun, kecepatan bukan satu-satunya ukuran perkembangan teknologi humanoid. Kemampuan menjaga keseimbangan, berhenti, memahami lingkungan, dan menyelesaikan pekerjaan secara mandiri juga menjadi tantangan besar.

Hal itu terlihat dari sejumlah robot yang masih terjatuh atau membutuhkan bantuan manusia setelah menyelesaikan perlombaan.

Pencapaian Tiangong Ultra memang menunjukkan perkembangan pesat dalam teknologi robot humanoid. Namun, perjalanan menuju robot yang benar-benar dapat bekerja secara mandiri bersama manusia masih membutuhkan kemampuan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar berlari cepat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya