Pagelaran Sabang Merauke 2026 Rawat Budaya dan Keberagaman Indonesia

iForte dan BCA kembali dukung di tahun kelima Pagelaran Sabang Merauke, ingin rawat budaya Indonesia yang beragam.

oleh Nola VemilianaDiterbitkan 24 Agustus 2026, 19:15 WIB
Antonius Widodo Mulyono, F. Aming Santoso, dan Rusmedie Agus (kiri-kanan) dalam konferensi pers Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (dok Pagelaran Sabang Merauke)

Liputan6.com, Jakarta - Pagelaran Sabang Merauke: Hikayat Srikandi Nusantara telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat-Minggu (21-23/8/2026). Acara yang didukung oleh iForte dan BCA ini berlangsung secara megah dengan didatangi ribuan penonton dari berbagai daerah.

Setelah lima tahun digelar, perkembangan Pagelaran Sabang Merauke tidak hanya terfokus pada skala pertunjukkan, tetapi juga pada upaya membawa energi positif dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya Indonesia.

“Arah dari Pagelaran Sabang Merauke ini adalah menyalurkan energi positif kepada para penonton, betapa Indonesia ini negara yang luar biasa, penuh keberagaman, dan itu menunjukkan kekuatan bangsa Indonesia. Pagelaran ini dibuat dengan cara yang sangat Indonesia, penuh gotong royong, kekeluargaan, toleransi, saling menunggu, dan empati agar masyarakat jatuh cinta dengan kesenian dan budaya kita sendiri,” tutur F. Aming Santoso, Direktur Utama iForte & Portelindo Group, dalam jumpa pers setelah Premier Show Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Di sisi lain, Antonius Widodo Mulyono selaku Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menekankan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif.

“BCA sendiri sudah lama bersentuhan dengan budaya, jadi ketika Pak Aming mengajak kami mendukung Pagelaran Sabang Merauke, itu langsung klik. Budaya tidak cukup hanya diwariskan, tapi harus dirawat, bahkan dikembangkan, supaya ekonominya juga bisa turut tumbuh,” ujar Widodo.


Hidupnya Elemen Pertunjukkan

Rusmedie Agus dalam konferensi pers Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (dok Pagelaran Sabang Merauke)

Di sisi lain, Sutradara dari pagelaran kolosal ini, Rusmedie Agus, mengungkapkan bahwa seluruh elemen pertunjukkan baru benar-benar hidup ketika bertemu di panggung dan menerima energi langsung dari penonton.

“Apa yang kita latih di tempat latihan itu hanyalah modal. Di atas panggung, semuanya tumbuh, hidup, dan berkembang bersama energi seluruh penonton yang hadir di Indonesia Arena. Walaupun pertunjukannya sama, rasanya akan terus bertambah dalam setiap harinya,” ungkapnya.


Tampilkan Ragam Kesenian Tradisional

Konferensi pers Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (dok Pagelaran Sabang Merauke)

Tari-tarian tradisional mulai dari Aceh “Bungong Jeumpa”, Sumatera Selatan “Gending Sriwijaya”, Jawa Barat “Bubuy Bulan”, Jawa Timur “Bulan Andung-Andung”, Jakarta “Ondel-Ondel”, Maluku “Hai Rame-Rame”, Sulawesi Tenggara “Lulo”, Papua “Yamko Rambe Yamko”, dan masih banyak lagi.

Lanjut Baca:

Seperti yang Raisa katakan dalam lakonnya sebagai Srikandi, bahwa perbedaan bukanlah hal yang harus dianggap memalukan. “Perbedaan bukanlah hal yang memalukan, yang harus kamu lakukan adalah menjadi versi dirimu yang terbaik setiap hari,” tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya