Liputan6.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan perubahan modus sindikat peredaran narkoba. Saat ini narkoba tidak hanya dalam bentuk padat, tetapi juga cair.
“Peredaran narkotika itu yang dulunya padat, sekarang sudah dari padat ke cair,” kata Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Irjen Aldrin MP Hutabarat saat kirab merah putih di alun-alun Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (22/8/2026).
Advertisement
Dia mencontohkan sejumlah pengungkapan narkotika yang BNN lakukan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Aldrin, petugas mengungkap 3,37 ton bunga kuncup ganja dari Thailand di Gresik. BNN juga mengungkap 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau.
Selain itu, BNN mengungkap 2,6 ton sabu cair atau metamfetamin cair.
“Narkotika cair semuanya itu, yang ujungnya nanti akan dimasukkan dalam cartridge-cartridge vape,” ujarnya.
Aldrin kemudian menjelaskan perhitungan berdasarkan asumsi 2 mililiter cairan dalam satu cartridge. Dia menyebut 2,6 juta mililiter dapat menghasilkan sekitar 1,3 juta cartridge.
“Berarti kalau dibagi, berarti 1.300.000 cartridge yang dimasukkan dalam vape,” bebernya.
Menurut dia, peredaran cairan tersebut berpotensi menjangkau banyak pengguna. Karena itu, BNN meminta pelajar ikut mencegah penyalahgunaan narkotika melalui edukasi.
Aldrin juga menyoroti penyalahgunaan vape legal sebagai sarana memasukkan narkotika. Dia menyebut sindikat dapat memanfaatkan vape sebagai pintu masuk penyalahgunaan narkotika.
“Pintu masuknya bandar-bandar sindikat narkotika, pintu masuknya ke penyalahgunaan narkotika melalui vape,” ujarnya.
Dalam kirab bertajuk 'Panji Merah Putih Bersinar: Gelora Kemerdekaan, Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Runtuhkan Barikade Narkoba, Berantas Habis Korupsi', Aldrin mengajak pelajar dan masyarakat melawan narkotika serta korupsi.
Aldrin mengapresiasi kegiatan yang digelar BP2M atau Blok Pelajar Politisi Merdeka.
“Ini sangat BNN, khususnya saya dan Pak Kepala, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sangat positif sekali yang dilakukan oleh BP2M,” ujar Aldrin.
Dia menilai kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada pelaksanaan kirab. Menurutnya, pelajar BP2M harus berperan sebagai agen perubahan dalam pencegahan narkotika.
“Adik-adik BP2M ini sebagai agen perubahan, khususnya masalah narkotika, itu mencegah,” ujarnya.
Aldrin mendorong para pelajar memberikan edukasi dan literasi kepada teman sebaya. Ia juga meminta mereka menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kirab juga membawa deklarasi bersama. Pertama, menjaga panji merah putih sebagai simbol kedaulatan, martabat, dan kejayaan bangsa Indonesia di seluruh pelosok Nusantara.
Kedua, merawat persatuan dan kesatuan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat kebhinekaan, serta menolak gerakan yang berpotensi memecah persaudaraan.
Ketiga, meruntuhkan barikade narkoba dengan menyatakan perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Keempat, memberantas habis korupsi dengan menolak tindakan korupsi serta menanamkan nilai integritas, kejujuran dan transparansi.