Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menjadi wadah utama pemasaran produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal. Langkah ini dinilai krusial untuk menggerakkan roda ekonomi dari tingkat desa.
"Saya menyarankan agar barang yang dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu diprioritaskan produk UMKM lokal, seperti kecap, sambal, saos, sampo dan sabun bikin sendiri," kata Ferry saat berpidato dalam ajang Malang Creative Connect Conference di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Sabtu (22/8/2026).
Advertisement
Merespons arahan tersebut, Menkop mengimbau para pelaku UMKM di setiap desa dan kelurahan untuk mulai bersiap mengisi rantai pasok kebutuhan KDKMP.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Ferry menjelaskan bahwa KDKMP dirancang untuk menyerap seluruh hasil produksi masyarakat, mulai dari sektor pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, hingga produk kerajinan tangan.
Optimalisasi serapan oleh koperasi ini diyakini mampu menekan ruang gerak tengkulak sekaligus membebaskan warga dari jeratan finansial.
"Rakyat terjerat praktik rentenir, rakyat terjebak ke pinjaman online, dan lain sebagainya. Bapak Presiden ingin supaya nanti masalah ini dipecahkan dengan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," tegasnya.
Pangkas Rantai Distribusi Barang Subsidi
Tak hanya menampung produk lokal, KDKMP juga diproyeksikan sebagai penyalur resmi barang-barang bersubsidi. Skema distribusi langsung ini bertujuan memotong rantai pasok yang panjang, meminimalisasi risiko penimbunan, serta menjaga stabilitas harga di pasar.
"Kalau minyak goreng langsung dari Bulog ke koperasi tidak ada lagi yang berani menimbun, lalu pupuk dari PT Pupuk Indonesia ke koperasi bisa langsung digunakan oleh kelompok tani secara langsung. Barang subsidi itu barang yang menjadi hak rakyat dan harga jualnya sudah ditetapkan dengan harga eceran tertinggi (HET)," jelas Ferry.
Guna melengkapi fungsinya, KDKMP tidak sekadar menjalankan usaha ritel. Koperasi ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang kebutuhan warga, seperti gerai obat, klinik sederhana, layanan keuangan mikro, hingga fasilitas pergudangan dan logistik.