HP Murah bakal Makin Langka Karena Hal Ini

Pengiriman HP murah makin turun sejak tahun lalu. Apa penyebabnya?

oleh Muhammad Yudha PratamaDiterbitkan 21 Agustus 2026, 07:51 WIB
Tips keamanan saat menerima panggilan dari nomor +968. (Gambar: JÉSHOOTS/Pexels)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar HP murah menghadapi tekanan akibat kenaikan harga komponen memori. Kondisi tersebut diperkirakan membuat pengiriman smartphone dengan harga di bawah USD 400 atau sekitar Rp 7,14 juta mengalami penurunan lebih dari 22% sepanjang 2026.

Menurut lembaga riset Omdia, dikutip Jumat (21/8/2026), kenaikan harga Dynamic Random Access Memory (DRAM) dan non-volatile flash memory (NAND) membuat biaya produksi smartphone kelas bawah semakin tinggi. Produsen mulai menghadapi tekanan untuk menjaga harga sekaligus mempertahankan keuntungan.

Pada kuartal pertama 2026, komponen memori menyumbang hampir 60% dari total bill of materials atau BOM smartphone dengan harga di bawah USD 400. Untuk perangkat di bawah USD 99 atau sekitar Rp 1,59 juta, porsinya bahkan mencapai lebih dari 64%.

Kondisi tersebut membuat produsen memiliki ruang terbatas untuk menekan biaya dari komponen lain. HP kelas bawah sejak awal memiliki margin tipis sehingga kenaikan biaya memori memberikan tekanan lebih besar.

Produsen seperti Transsion, Oppo, Vivo, Honor, dan Xiaomi mulai menaikkan harga untuk mempertahankan margin keuntungan.

Namun, kenaikan harga berisiko menekan permintaan karena konsumen pada segmen tersebut cenderung sensitif terhadap perubahan harga.

Omdia memperkirakan smartphone dengan harga di bawah USD 400 akan menjadi salah satu segmen yang mengalami penurunan paling besar. Sebaliknya, perangkat dengan harga lebih tinggi memiliki ruang lebih besar bagi produsen untuk mengimbangi kenaikan biaya komponen.

Tekanan terhadap segmen murah juga terjadi ketika pasar smartphone secara keseluruhan mengalami penurunan. Pengiriman global pada kuartal kedua 2026 tercatat 272 juta unit, turun enam persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Samsung Masih Jadi Raja Smartphone

Kenaikan harga memori membuat produsen harus mengubah strategi harga, portofolio produk, dan distribusi. Omdia menyebut kondisi itu menciptakan perubahan struktural dalam cara perusahaan bersaing di pasar smartphone.

Samsung menjadi produsen dengan pengiriman terbesar pada kuartal kedua 2026. Perusahaan mengirimkan 60,5 juta unit atau tumbuh lima persen secara tahunan dengan pangsa pasar 22 persen.

Apple menyusul dengan pengiriman 55,1 juta unit dan pertumbuhan 23 persen. Sementara Xiaomi mengalami penurunan 26 persen menjadi 31,2 juta unit.

 

Pasar Smartphone Kian Terporisasi

Berbeda dengan segmen murah, smartphone dengan harga di atas USD 400 atau sekitar Rp 7,14 juta diperkirakan tumbuh 5,7 persen pada 2026. Produsen dinilai memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menyerap kenaikan biaya pada perangkat tersebut.

Kondisi ini membuat pasar smartphone semakin terpolarisasi. Produsen mulai mengutamakan keuntungan dan perangkat bernilai tinggi dibandingkan mengejar jumlah pengiriman sebanyak mungkin.

Bagi konsumen, perubahan tersebut berpotensi membuat pilihan smartphone murah kian terbatas. Produsen dapat mengurangi jumlah model pada segmen tersebut atau menaikkan harga untuk menghadapi kenaikan biaya produksi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya