Liputan6.com, Jakarta - Liga Inggris akan memulai musim 2026/2027 dengan paket sembilan aturan baru yang membidik pelaku pemborosan waktu dan memperkuat peran teknologi wasit video. Langkah ini bertujuan menjaga tempo pertandingan sekaligus memperjelas momen krusial yang memerlukan intervensi perangkat bantu.
Perubahan mencakup pembatasan durasi beberapa restart, pengaturan perilaku pemain yang menghentikan laga tanpa alasan jelas, serta perluasan cakupan intervensi VAR pada situasi spesifik. Penerapan penuh dimulai sejak pekan perdana musim baru.
Advertisement
Sejumlah ketentuan tersebut sebelumnya diuji di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara dan menjadi rujukan utama saat diramu untuk kompetisi domestik papan atas Inggris.
Batas Waktu: Lemparan, Tendangan Gawang, dan Pergantian
Waktu untuk melakukan lemparan ke dalam dibatasi maksimal lima detik. Jika melewati tenggat, bola diberikan kepada tim lawan. Pengecualian berlaku untuk lemparan jauh yang menjadi bagian dari skema bola mati.
Durasi tendangan gawang juga dibatasi lima detik. Ketika kiper melampaui batas itu, wasit dapat memberikan sepak pojok kepada lawan.
Pergantian pemain kini menuntut kecepatan: pemain yang diganti harus meninggalkan lapangan dalam 10 detik. Jika lebih lama, pemain pengganti hanya boleh masuk setelah menunggu satu menit.
Selain itu, pemain yang tiba-tiba menjatuhkan diri tanpa alasan jelas hingga membuat permainan terhenti diwajibkan keluar lapangan. Pengecualian hanya berlaku bila terjadi pelanggaran terhadapnya dan lawan sudah menerima kartu.
Ketentuan Kiper dan Bola Mati
Ketika kiper menjatuhkan diri hingga menghentikan permainan dan kemudian mendapat pemeriksaan tim medis, pelatih punya 10 detik untuk menentukan satu pemain yang harus keluar selama satu menit. Jika tidak ada keputusan dalam tenggat itu, kapten tim otomatis meninggalkan lapangan selama 60 detik.
Aturan tersebut tidak diterapkan apabila kiper mengalami pelanggaran atau pendarahan. Pengecualian ini menegaskan fokus kebijakan pada penindakan jeda permainan yang tidak perlu.
Pada situasi tendangan gawang, setiap sentuhan terhadap bola kini dianggap sebagai tanda tendangan telah dilakukan. Jika setelah itu terjadi handball, wasit bisa memberikan penalti kepada lawan.
VAR Makin Aktif: Kartu Kuning Kedua, Bola Mati, Salah Identifikasi
VAR kini dapat meninjau keputusan kartu kuning kedua yang sudah dijatuhkan wasit. Namun, perangkat ini tidak boleh dipakai untuk mencari pelanggaran yang seharusnya berujung kartu kuning kedua jika kartu tersebut belum diberikan.
Pada gol yang berawal dari bola mati, VAR berwenang memeriksa kemungkinan pelanggaran sebelum tendangan bebas atau situasi set-piece dieksekusi. Jika ditemukan pelanggaran, gol dianulir dan bola mati harus diulang.
Intervensi VAR juga bisa dilakukan untuk memperbaiki salah identifikasi pemain yang dihukum. Perbaikan hanya berlaku bila kesalahan menyangkut pelanggaran pada insiden yang sama.
Diuji di Piala Dunia 2026, Target Waktu Efektif Naik
Uji coba pada Piala Dunia 2026 menunjukkan peningkatan waktu efektif pertandingan; bola rata-rata berada dalam permainan lebih dari 60 menit per laga.
Dengan paket aturan baru ini, Premier League berharap jalannya pertandingan menjadi lebih efisien dan durasi bermain efektif semakin panjang sepanjang musim 2026/2027.
Di sisi lain, perluasan peran VAR diperkirakan kembali memunculkan perdebatan di kalangan suporter terkait intensitas intervensi pada momen-momen penentu.