Liputan6.com, Jakarta - D’MASIV tengah mempersiapkan diri untuk menghelat konser dengan tajuk D’MASIV Asia Home Run.
Dalam pertunjukan yang akan dihelat di Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Indonesia ini, D'MASIV menggandeng Enrico Octaviano, drummer band Lomba Sihir, sebagai Music Director.
Advertisement
Kesempatan ini membuat Enrico tergerak untuk membawa udara baru ke dalam lagu-lagu D’MASIV yang akan dibawakan nanti di tur.
“Saya ingin membawa napas baru terhadap lagu-lagu D’MASIV tanpa mengubah daging dari lagu itu sendiri. Jadi, kita tetap makan daging yang sama, tapi mungkin sausnya berbeda, dengan rasa yang tetap sama,” ujar Enrico dalam jumpa pers di Coma M Bloc Space, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Selain itu, ia juga mengungkapkan ingin menyatukan pendengar D’MASIV dari berbagai generasi, terutama generasi muda, dengan memperindah kembali lagu-lagu lama band asal Ciledug itu.
“Buat penonton yang lebih muda, ini bukan nostalgia, tapi bagaimana mereka bisa mendengar D’MASIV hari ini dan berpikir, ‘Oh, gue suka D’MASIV, D’MASIV keren.’ Saya ingin membawa dua sampai tiga generasi itu punya energi yang bisa dibaur,” ungkapnya.
Update Setlist Lagu
Sang vokalis, Rian Ekky Pradipta, mengatakan bahwa setlist lagu yang akan dibawakan sudah tersusun 70 persen.
“Setlist-nya sekitar 70 persen sudah disusun,” tuturnya yang ditambahkan oleh Enrico, “Tapi setlist ini belum tentu akan fix ya. Namanya juga anak band, kadang suka tiba-tiba mau bawain ini lah, itu lah.”
Proses Kreatif dengan Tim Baru
Di sisi lain, gitaris D’MASIV, Dwiki Aditya Marsall, menceritakan keseruannya berkolaborasi dengan tim kreatif dalam menyiapkan rangkaian tur Asia Home Run ini.
“Keseruan prosesnya itu ada argumen-argumen, kemudian selebihnya tinggal teknis. Dengan adanya tim baru, hal-hal kecil yang sebelumnya kadang tidak terpikirkan bisa ikut diperhatikan,” pungkasnya.
Makna Tajuk Home Run
Konsep dari “Home Run” sendiri merefleksikan perjalanan yang pada akhirnya membawa D’MASIV kembali pulang. Perjalanan tersebut akan dimulai dari berbagai kota di Asia dan ditutup di Jakarta, Indonesia.
“Kami sudah 23 tahun bersama-sama, sudah punya delapan album penuh dan tiga album live. Rasanya sudah saatnya kami membuat sebuah perjalanan baru. Kami enggak pengen cuma ada di Indonesia saja. Makanya dikasih nama Asia Home Run, karena kami justru mau mulai di negara orang dulu lalu berakhir di Jakarta nanti di Desember,” tutur Rian.