Kepercayaan Penuh Jose Mourinho pada Dean Huijsen

Dean Huijsen diprediksi menjadi starter Real Madrid saat menghadapi Espanyol pada pekan pertama La Liga 2026/2027

oleh Asad ArifinDiterbitkan 19 Agustus 2026, 13:25 WIB
Pemain Real Madrid, Dean Huijsen, beraksi dalam pertandingan La Liga Spanyol melawan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Sabtu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Jose Mourinho segera menjalani pertandingan kompetitif pertamanya bersama Real Madrid di La Liga 2026/2027. Laga melawan Espanyol di RCDE Stadium, Minggu (23/8) dini hari WIB, berpotensi menjadi panggung bagi Dean Huijsen untuk mengawali era baru dengan peran penting.

Huijsen mendapat peluang besar setelah tampil impresif sepanjang pramusim. Bek berusia 21 tahun itu perlahan kembali ke performa terbaik dan berhasil menarik perhatian Mourinho.

Musim lalu menjadi periode yang tidak mudah bagi Huijsen. Sempat tampil menjanjikan pada awal musim, posisinya kemudian merosot hingga kehilangan tempat utama dan tidak masuk skuad Spanyol untuk Piala Dunia.

Kini situasinya berubah setelah kedatangan Mourinho. Menurut laporan AS, Huijsen diprediksi masuk starting XI Real Madrid saat menghadapi Espanyol.


Performa Pramusim Buka Jalan Huijsen

Aksi Dean Huijsen saat membela Real Madrid melawan Al Hilal di Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (19/06/2025). (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Huijsen sempat absen saat Real Madrid menghadapi Fiorentina karena mengalami overload otot. Ia kemudian kembali bermain 45 menit melawan Ferencvaros dan tampil penuh saat Madrid menang 1-0 atas Deportivo.

Performa Huijsen semakin menonjol ketika menghadapi Schalke. Ia bermain 84 menit dalam kemenangan 3-0 sekaligus mencetak gol kedua Real Madrid melalui sundulan dari sepak pojok Arda Guler pada menit ke-20.

Bek asal Spanyol itu bahkan nyaris mencetak gol kedua dalam laga tersebut. Selain berbahaya dalam situasi bola mati, Huijsen juga tampil agresif dalam duel dan tenang ketika membantu membangun serangan dari lini belakang.

Rangkaian penampilan tersebut menjadi modal kuat bagi Huijsen untuk mendapatkan kepercayaan Mourinho. Sang pelatih kini memiliki alasan lebih besar untuk memasangnya sejak menit awal pada laga pembuka La Liga.


Huijsen Punya Keunggulan dalam Persaingan Bek Tengah

Pelatih Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho (tengah), berbicara dengan para pemainnya saat pertandingan pramusim antara Ferencvaros dan Real Madrid di Budapest, Hungaria, pada 8 Agustus 2026. (Attila KISBENEDEK/AFP)

Momen kebangkitan Huijsen datang ketika Real Madrid memiliki pilihan terbatas di posisi bek tengah. Eder Militao masih menjalani pemulihan, sedangkan Raul Asencio juga tidak tersedia.

Kondisi tersebut membuat Huijsen bersaing dengan Antonio Rudiger dan Ibrahima Konate untuk mengisi dua posisi bek tengah. Kemampuannya menggunakan kedua kaki serta bermain di sisi kiri menjadi keunggulan ketika dipasangkan dengan bek yang lebih nyaman di kanan.

Konate dan Huijsen pun berpeluang menjadi duet pilihan Mourinho pada laga melawan Espanyol. Karakter keduanya dinilai saling melengkapi, sehingga kombinasi tersebut bisa menjadi solusi awal untuk lini belakang Madrid.

Ada pula cerita simbolis di balik kebangkitan Huijsen. Setelah David Alaba pergi, nomor punggung 4 yang ikonik menjadi tersedia dan langsung dipilih Huijsen karena kekagumannya terhadap legenda Real Madrid, Sergio Ramos.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya