Demo BEM UI Jadi Perhatian, Masyarakat Diimbau Bijak Sikapi Informasi

Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi dan kawasan Sudirman merupakan titik penting di Jakarta. Kawasan tersebut menjadi pusat perekonomian sekaligus aktivitas masyarakat.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 18 Agustus 2026, 13:50 WIB
Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) saat berjalan dari kawasan jalan Jenderal Sudirman menuju MH Thamrin atau sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jumat (12/6/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengingatkan peserta aksi penyampaian pendapat di kawasan Bundaran HI, Jakarta, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Bundaran HI dinilai sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi dan aktivitas warga di Ibu Kota. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menghargai masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi di muka umum.

Namun, pemberitahuan aksi diperlukan agar aparat dapat menyiapkan pengamanan.

"Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya sangat mengapresiasi bagi masyarakat, elemen masyarakat yang ingin melakukan kegiatan penyampaian aspirasi di muka publik. Dengan adanya pemberitahuan, maka kami akan mempersiapkan personel dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Menurut Budi, Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi dan kawasan Sudirman merupakan titik penting di Jakarta. Kawasan tersebut menjadi pusat perekonomian sekaligus aktivitas masyarakat.

"Kita sama-sama mengetahui bahwa Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi, Sudirman ini merupakan center of gravity yang ada di wilayah Jakarta,” ujarnya.

Dia menyebut kawasan tersebut dipenuhi pusat perbelanjaan, perhotelan internasional dan moda transportasi. Karena itu, apabila digunakan sebagai lokasi penyampaian aspirasi, aktivitas masyarakat lain dikhawatirkan ikut terganggu.

"Pusat perekonomian, perhotelan internasional, pusat kegiatan aktivitas masyarakat, di mana pusat perbelanjaan, moda transportasi, apabila tempat-tempat ini dijadikan tempat penyampaian aspirasi akan mengganggu kegiatan masyarakat lainnya,” katanya.

Budi meminta peserta aksi ikut mempertimbangkan kepentingan warga yang tetap harus bekerja, beraktivitas dan menggunakan fasilitas umum di kawasan tersebut.

"Kita harus membangun empati, kita harus berpikir bahwa kegiatan aktivitas masyarakatnya juga hal yang penting,” tegasnya.

 

 

Bagian dari Demokrasi

Ilustrasi pengamanan polisi. (Liputan6.com)

Karena itu, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menyarankan penyampaian aspirasi dilakukan di sejumlah titik yang telah dipertimbangkan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

"Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menyarankan dan menganjurkan ada di beberapa titik dalam penyampaian aspirasi sehingga ini bisa berjalan dengan aman dan tertib,” ujar Budi.

Budi mengatakan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketentuan hukum, ketertiban umum, serta hak masyarakat lain yang menggunakan ruang publik

Pendekatan tersebut diperlukan agar penyampaian aspirasi dapat berjalan damai tanpa menimbulkan gangguan yang tidak diperlukan.

Bijak Sikapi Informasi

Terkait kemungkinan peserta aksi dicegat sebelum mencapai Bundaran HI, Budi menepis adanya upaya pencegatan. Ia menegaskan kehadiran aparat gabungan ditujukan untuk mengawal kegiatan.

"Kehadiran petugas TNI dan Polri ini mengawal, menjaga, bukan membatasi ruang-ruang publik,” pungkasnya.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menilai penyebaran informasi yang tidak sesuai konteks menjadi salah satu tantangan di ruang digital.

"Itulah cara disinformasi bekerja. Sebuah penyesatan informasi yang belakangan makin menjadi penyakit di ruang-ruang digital,” ujar Dudung Abdurachman.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya