Federico Valverde Harus Kembali ke Peran Terbaiknya di Real Madrid

Federico Valverde mendapat tantangan besar dari Jose Mourinho untuk kembali ke peran terbaiknya sebagai gelandang energik Real Madrid.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 18 Agustus 2026, 05:33 WIB
Memasuki menit ke-20, Real Madrid akhirnya membuka keunggulan 1-0, melalui skema serangan balik, Federico Valverde berhasil melewati Gianluigi Donnarumma lalu menceploskan bola ke gawang kosong Manchester City. Tampak dalam foto, pemain Real Madrid, Federico Valverde, merayakan golnya pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Manchester City di stadion Santiago Bernabeu, Rabu 11 Maret 2026 waktu setempat atau Kamis 12 Maret 2026 dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Federico Valverde memasuki era baru di Real Madrid dengan tanggung jawab lebih besar setelah dipercaya menjadi kapten pertama tim. Di bawah arahan Jose Mourinho, gelandang Uruguay itu punya kesempatan untuk mengembalikan performa terbaiknya setelah musim 2025/26 yang berjalan tidak konsisten.

Musim lalu memperlihatkan Valverde dalam dua wajah berbeda, termasuk ketika tampil luar biasa melawan Manchester City di Liga Champions, tetapi juga mengalami periode sulit di lini tengah. Catatan resmi Real Madrid menunjukkan ia mencatat 49 penampilan, sembilan gol, dan sembilan assist di semua kompetisi sepanjang 2025/26.

Mourinho kini memiliki tugas penting untuk membantu Valverde memahami kembali karakter permainannya. Sang gelandang tidak harus menjadi pengatur tempo seperti Toni Kroos atau Andrea Pirlo, melainkan memaksimalkan energi, agresivitas, pergerakan vertikal, dan kemampuannya bermain di sisi kanan.


Bukan Regista, tetapi Gelandang Box-to-Box

Pemain Real Madrid, Federico Valverde, merayakan gol yang dicetak ke gawang Manchester City pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu (12/3/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Valverde memiliki teknik yang sangat baik, terutama ketika melepaskan tembakan dari jarak jauh, tetapi karakter utamanya bukan sebagai pengendali permainan yang terus mengatur sirkulasi bola. Ia lebih efektif ketika bergerak aktif dari satu area ke area lain dan memberikan tekanan melalui intensitas permainan.

Peran tersebut membuat Valverde bisa menjadi gelandang nomor delapan yang beroperasi di sisi kanan dengan karakter hibrida. Mourinho perlu mengembalikan kebebasan itu agar Valverde tidak terlalu sibuk memaksakan diri memainkan peran yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kelebihannya.


Peran di Sisi Kanan Bisa Jadi Kunci

Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Valverde punya pengalaman bermain di sejumlah posisi, termasuk sebagai gelandang kanan, winger kanan, hingga bek kanan dalam situasi tertentu. Fleksibilitas tersebut justru memperlihatkan betapa pentingnya kemampuan berlari, menutup ruang, membantu pertahanan, dan masuk ke area serangan yang dimilikinya.

Ketika berada di sisi kanan, Valverde dapat memberikan dukungan kepada bek kanan sekaligus membantu lini depan melalui pergerakan tanpa bola. Pola tersebut juga membuka ruang bagi gelandang lain untuk mengatur permainan tanpa harus kehilangan tenaga Valverde di area yang lebih agresif.


Mourinho Perlu Menghidupkan Lagi Valverde

Pelatih Real Madrid asal Portugal Jose Mourinho memberi isyarat saat memimpin sesi latihan di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 24 Juli 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Mourinho memiliki alasan kuat untuk mengembalikan Valverde ke karakter aslinya karena sang pemain kini memasuki musim kesembilan bersama Real Madrid dan berstatus kapten pertama. Valverde sendiri menyambut era baru tersebut dengan antusias dan mengatakan bahwa dirinya ingin belajar dari Mourinho.

Tantangan terbesar Mourinho bukan sekadar menentukan posisi Valverde, melainkan membuat sang pemain memahami kualitas yang membuatnya istimewa. Jika Valverde kembali menjadi gelandang energik yang agresif, mampu bergerak melebar, melakukan pressing, dan membantu serangan, Real Madrid berpotensi mendapatkan kembali salah satu pemain terpentingnya.

Oleh karena itu, Valverde tidak perlu mengejar bayangan Kroos untuk menjadi gelandang kelas dunia. Ia justru harus kembali menjadi dirinya sendiri, yakni pemain serbabisa yang mampu berlari tanpa henti, menghancurkan struktur lawan, dan menghadirkan ancaman dari lini kedua.

Sumber: The Real Champs

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya