Liputan6.com, Jakarta - Untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, ada diskon harga pembelian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex sebesar Rp 450 per liter yang diberikan PT Pertamina Patra Niaga. Diskon ini diberikan bagi 81.000 konsumen yang membeli melalui aplikasi MyPertamina.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga menuturkan, program ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas melalui ekosistem digital MyPertamina.
Advertisement
Kitty menuturkan, melalui promo Semarak Kemerdekaan ini, pihaknya ingin memberikan manfaat lebih bagi masyarakat dengan menghadirkan kesempatan menikmati BBM berkualitas dengan harga yang lebih hemat.
“Kami berharap promo ini dapat menjadi apresiasi bagi pelanggan setia MyPertamina sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan berbagai kemudahan dan keuntungan bertransaksi melalui aplikasi MyPertamina," kata Kitty dikutip dari Antara, Minggu (16/8/20260.
Promo diskon Rp 450 per liter berlaku pada 17-18 Agustus 2026 pukul 06.00–20.00 WIB untuk pembelian Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertamina Dex menggunakan aplikasi MyPertamina.
Promo berlaku untuk transaksi minimal Rp17.000 dengan maksimal pembelian 17 liter dalam satu struk, serta dapat dinikmati oleh 81.000 konsumen pertama selama periode promo.
Setiap pelanggan berhak memperoleh promo sebanyak satu kali, sehingga masyarakat dapat segera memanfaatkan promo ini melalui aplikasi MyPertamina selama periode berlangsung.
Selain promo pembelian BBM, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan berbagai penawaran spesial lainnya melalui aplikasi MyPertamina seperti program Merchandise Spesial Kemerdekaan di periode 10-31 Agustus 2026 dengan menukar poin MyPertamina.
Khusus pada 17 Agustus 2026 pukul 10.00-18.00 WIB, pelanggan juga dapat menikmati flash sale hingga 45 persen untuk penukaran voucher partner MyPertamina dan selected merchandise edisi Kemerdekaan.
"Momentum Hari Kemerdekaan menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi pelanggan. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan promo diskon BBM sekaligus berbagai penawaran menarik lainnya melalui MyPertamina agar pengalaman bertransaksi menjadi semakin hemat, praktis, dan menguntungkan," ujar Kitty.
Harga Pertamax Turun Ikuti Pasar Dunia, Bahlil Garansi BBM Subsidi Tetap Aman
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi bergerak fleksibel mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Kendati demikian, ia memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik.
Sebagaimana diketahui, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax mengalami penurunan sebesar Rp 300 menjadi Rp 15.950 per liter. Bahlil menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan dampak langsung dari melemahnya harga minyak dunia dan Indonesia Crude Price (ICP).
"Ya saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi itu harganya memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi," ungkap Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026).
Meskipun mekanisme pasar berlaku—di mana harga dapat naik ketika minyak dunia melonjak—pihaknya mengapresiasi penyesuaian harga yang dilakukan oleh Pertamina maupun badan usaha swasta saat harga minyak sedang melandai.
"Tapi kalau naik, pasti juga akan naik. Nah, sekarang kan lagi turun, dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Sekarang memang lagi turun," jelasnya.
Bahlil pun kembali memberikan kepastian bahwa pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat.
"Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting," tegasnya.
Mayoritas Masyarakat Gunakan BBM Subsidi
Bahlil mencatat, mayoritas masyarakat Indonesia masih menggantungkan kebutuhan energinya pada BBM bersubsidi. Sementara itu, porsi pengguna BBM non-subsidi didominasi oleh kelompok masyarakat mampu.
"Sebab, dari total pemakaian BBM, sebanyak 80 persen merupakan BBM subsidi. Adapun non-subsidi hanya 20 persen, dan itu dikonsumsi oleh saudara-saudara kita yang mampu," ucapnya.
"Namun untuk yang 80 persen tersebut, tetap menjadi bagian yang ditanggung oleh pemerintah melalui skema subsidi," pungkas Bahlil.