Klub Ini Punya Jadwal Tersulit di Awal Liga Inggris 2026/2027

Melihat jadwal lima laga pertama di awal Liga Inggris musim mendatang, klub asal London memiliki rintangan terbesar.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 16 Agustus 2026, 16:00 WIB
Fulham kala bertemu Arsenal di Liga Inggris musim lalu. (Ben STANSALL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Musim baru Liga Inggris 2026/27 akan segera dimulai. Sejumlah klub langsung dihadapkan pada rangkaian pertandingan berat sebelum jeda internasional pertama, sehingga start awal musim berpotensi menjadi ujian penting bagi ambisi mereka.

Kompetisi dijadwalkan bergulir pada Jumat (21/8/2026) waktu setempat, ketika Arsenal menjamu Coventry City di Emirates Stadium. Seperti biasa, setiap klub tentu berharap mengawali musim dengan hasil positif demi membangun momentum dalam perburuan gelar, tiket kompetisi Eropa, maupun perjuangan menghindari zona degradasi.

Namun, tidak semua tim mendapatkan jadwal pembuka yang mudah. Salah satu yang harus menghadapi tantangan besar adalah Fulham. The Cottagers bahkan berpotensi memiliki salah satu rangkaian pertandingan tersulit sebelum jeda internasional pertama.

 


Era Baru Fulham Langsung Diuji

Alvaro Arbeloa, nakhoda anyar Fulham. (AP Photo/Jose Breton)

Tantangan Fulham semakin berat karena mereka memasuki musim baru bersama pelatih anyar, Alvaro Arbeloa. Pelatih asal Spanyol tersebut ditunjuk menggantikan Marco Silva, yang meninggalkan klub untuk menangani Benfica.

Arbeloa kini memiliki tugas untuk menerapkan gaya bermainnya sekaligus memastikan para pemain mampu beradaptasi dengan cepat. Dalam situasi seperti ini, jadwal awal yang relatif ringan tentu akan sangat membantu Fulham untuk menemukan ritme permainan. Sayangnya, mereka justru langsung menghadapi lawan tangguh.

Pada pertandingan pembuka, Fulham akan menjamu rival sekota Chelsea di Craven Cottage. Duel sesama klub London Barat tersebut tentu bukan pertandingan ideal untuk memulai era baru bersama pelatih anyar.

Setelah itu, Fulham harus bertandang ke Stadium of Light untuk menghadapi Sunderland. Meski Sunderland mungkin dianggap tidak seberat Chelsea, pertandingan tandang tersebut tetap menantang. Pasalnya, Sunderland tidak terkalahkan dalam 15 dari 19 pertandingan kandang pada musim lalu.

 


Crystal Palace dan Liverpool Menanti

ilustrasi liga inggris (Liputan6.com/Abdillah)

Ujian Fulham berlanjut pada pekan ketiga. Mereka kembali menghadapi rival London, kali ini Crystal Palace, di Craven Cottage.

Rangkaian pertandingan sulit kemudian mencapai level berikutnya ketika Fulham harus bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool. The Reds diperkirakan kembali menjadi salah satu kandidat dalam persaingan gelar Premier League, sehingga meraih poin di markas Liverpool akan menjadi tantangan besar bagi tim asuhan Arbeloa.

Jika empat pertandingan pertama saja sudah berat, laga terakhir sebelum jeda internasional juga tidak kalah sulit.

Fulham kembali bermain di Craven Cottage untuk menghadapi Manchester United. Statistik historis membuat pertandingan ini semakin menarik karena kemenangan kandang terakhir Fulham atas Setan Merah di Premier League terjadi pada Desember 2009.

 


Start yang Bisa Menentukan Momentum

ilustrasi liga inggris (Liputan6.com/Abdillah)

Dengan Chelsea, Sunderland, Crystal Palace, Liverpool, dan Manchester United sebagai lima lawan pertama, Fulham harus langsung menunjukkan kesiapan di bawah Arbeloa.

Hasil dari rangkaian pertandingan tersebut belum tentu menentukan perjalanan sepanjang musim, tetapi performa sebelum jeda internasional pertama dapat menjadi indikator penting mengenai seberapa cepat Fulham beradaptasi dengan perubahan pelatih.

Bagi Arbeloa, tantangannya jelas: membawa Fulham melewati periode sulit tersebut tanpa kehilangan terlalu banyak poin sekaligus membangun fondasi untuk menjalani musim Premier League 2026/27 dengan lebih percaya diri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya