Liputan6.com, Jakarta - Gelombang tsunami terpantau di tiga kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar setelah gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,0 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).
Berdasarkan pendataan awal BPBD, ketinggian air di wilayah tersebut kurang dari 1 meter.
Advertisement
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Selayar Muhammad Ikbal membenarkan tsunami terpantau di tiga kecamatan, yakni Pasimarannu, Pasilambena, dan Pasimasunggu.
“Ketinggian air tidak seberapa, tidak sampai (1 meter). Tapi hempasannya itu yang terpantul, jadinya menyebabkan genangan,” ujar Ikbal saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (15/8).
Ikbal mengatakan BPBD masih melakukan asesmen hingga tingkat desa untuk mengetahui dampak gempa M 7,7 yang berpusat di NTT. Sementara itu, kondisi di sejumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar dilaporkan sudah kondusif.
“Jadi proses asesmen kami di beberapa desa masih berlangsung. Kami belum bisa pastikan,” kata dia.
Terpisah, Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi setelah gempa M 7,0 mengguncang wilayah NTT.
“Kita bersyukur peringatan tsunami sudah berakhir. Mari tetap tenang, saling menjaga dan tidak membuat kepanikan dengan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” kata Natsir Ali.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar bersama Forkopimda terus memantau situasi dan berkoordinasi untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan kondusif.
Titik Lain Tsunami di Sulsel
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Selatan Amson Padollo mengatakan tsunami juga terpantau di empat titik di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Bantaeng, Pelabuhan Bulukumba, Pelabuhan Jampea, dan Pelabuhan Kayuadi.
“Di Bantaeng terpantau tsunami setinggi 0,3 meter. Di Pelabuhan Bulukumba 0,5 meter, terus di Pelabuhan Jampea, Selayar setinggi 0,6 meter, dan di Pelabuhan Kayuadi kemungkinan sekitar 0,5 meter,” pungkasnya.