Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada perdagangan saham 10-14 Agustus 2026. Koreksi IHSG sepekan dinilai dipengaruhi sentimen internal dan eksternal. Salah satunya MSCI.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (15/8/2026), IHSG sepekan melemah 0,12% menjadi 6.401,88. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu pada 3-7 Agustus 2026, IHSG nnaik 2,78% ke 6.409,65.
Advertisement
Di sisi lain, kapitalisasi pasar naik 0,28% menjadi Rp 11.243 triliun dari Rp 11.212 triliun pada pekan lalu.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 0,12% selama sepekan, dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Per data 13 Agustus 2026, aliran dana keluar mencapai Rp 1,14 triliun di pasar regular.
Dari sisi sentimen, Herditya menuturkan, IHSG dipengaruhi pengumuman MSCI August Index Review. Pada hasil tinjauan MSCI, Indonesia masih dalam status dibekukan dan masih berada di emerging markets sehingga terjadi outflow.
Sentimen internal lainnya datang dari pembacaan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan pembacaaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan.
"Pasar mencermati pidato kenegaraan dan RAPBN 2027 terhadap kebijakan dan pertumbuhan ekonomi 2027,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Selain itu, Herditya menambahkan, rilis data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari konsensus sehingga meningkatkan harapan akan ada pemangkasan suku bunga the Federal Reserve.
Selain itu, sentimen IHSG lainnya dari konflik geopolitik Timur Tengah yang masih dalam tahap kesepakatan perdamaian juga masih menjadi perhatian investor.
Dari transaksi perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian juga terpangkas 1,07% menjadi Rp 15,21 triliun dari pekan lalu Rp 15,38 triliun. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga susut 14,86% menjadi 34,01 miliar saham dari pekan lalu 39,95 miliar saham. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga terpangkas 9,67% menjadi 2,09 juta kali transaksi dari 2,32 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Selama sepekan, investor asing melakukan aksi jual saham Rp 1,58 triliun. Hal ini berbeda dari pekan lalu, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 695,17 miliar.
IHSG Sepekan Terbang 2,78%, Analis Paparkan 4 Faktor Pemicunya
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan hingga menyentuh posisi 6.400 pada perdagangan saham 3-7 Agustus 2026. Analis menilai, pergerakan IHSG didorong sentimen internal seperti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2026 yang tumbuh 5,29% Year on Year (YoY) tetapi cenderung melambat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (8/8/2026), IHSG melambung 2,78% sehingga ditutup ke 6.409,65 dari penutupan sebelumnya di 6.236,12.
Kenaikan IHSG sepekan juga diikuti kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar melambung 2,64% menjadi Rp 11.212 triliun dari pekan lalu Rp 10.923 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG sepekan naik 2,78% dan disertai dengan ada peningkatan volume pembelian.
Namun, pada 6 Agustus 2026 masih terdapat aliran dana keluar Rp 457 miliar di pasar regular. Sedangkan dari sisi sentimen yang mempengaruhi IHSG, Herditya mengatakan, pertama, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 tumbuh 5,29 YoY yang cenderung melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Selain itu, inflasi Juli 2026 sebesar 2,88% yang cenderung melandai.
Sentimen IHSG Lainnya
Kedua, nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan berada di level 17.800-an. “Ketiga rilis data pekerjaan Amerika Serikat yang cenderung melandai serta Non-Farm Payrolls (NFP),” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Keempat, menguatnya harga komoditas dunia seperti emas akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 32,98% menjadi 39,95 miliar saham dari 30,04 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 27,62% menjadi 2,32 juta kali transaksi dari 1,82 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian turun 0,38% menjadi Rp 15,38 triliun dari Rp 15,44 triliun pada pekan lalu.
Investor asing melakukan aksi beli saham Rp 695,17 miliar selama sepekan. Pada pekan lalu, investor asing membeli saham Rp 7,1 triliun.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.