Detik-detik Warga Evakuasi Anak dari Reruntuhan Gempa di Manggarai

Warga Kabupaten Manggarai, NTT, berjibaku mengevakuasi penghuni rumah yang tertimpa reruntuhan setelah gempa kuat mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026).

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 15 Agustus 2026, 10:22 WIB
Warga berjibaku menyelamatkan penghuni rumah yang tertimpa reruntuhan bangunan setelah gempa kuat mengguncang sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Warga berjibaku menyelamatkan penghuni rumah yang tertimpa reruntuhan bangunan setelah gempa kuat mengguncang sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Dalam rekaman video yang diterima, sejumlah warga terlihat bergotong royong mengevakuasi penghuni rumah di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT  yang terjebak di antara reruntuhan.

Warga tampak masuk ke bagian bangunan yang roboh untuk mencari dan menjangkau penghuni rumah. Material bangunan yang berserakan dibongkar secara manual menggunakan tenaga warga.

Beberapa warga terlihat menarik dan mengangkat material reruntuhan, sementara warga lainnya berupaya menjangkau korban yang berada di dalam bangunan.

Dalam proses evakuasi tersebut, seorang anak akhirnya berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. Anak tersebut kemudian langsung digendong warga dan dibawa menjauh dari bangunan yang terdampak.

Warga terus membantu proses penyelamatan hingga seluruh penghuni yang berada di dalam rumah dapat dievakuasi.

 

Gempa Gunjang Sejumlah Wilayah NTT

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Gempa kuat sebelumnya mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi. BMKG memutakhirkan kekuatan gempa menjadi Magnitudo (M) 7,7. Episenter gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, serta wilayah lainnya hingga Bima, Nusa Tenggara Barat, dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, peringatan tsunami kini telah dicabut. Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, menjauhi wilayah pantai, serta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan karena masih terdapat potensi gempa susulan.

Hingga Sabtu pagi, BNPB melaporkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut. Laporan dampak dan kerusakan di sejumlah wilayah NTT masih terus dihimpun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya