Sinyal BYD Racco Masuk Indonesia Makin Kuat, Ini Tiga Petunjuknya

BYD Indonesia sepertinya tengah melempar kode, untuk membawa kei car listrik terbarunya, Racco ke pasar Indonesia

oleh Arief AszhariDiterbitkan 14 Agustus 2026, 13:28 WIB
BYD Lempar Kode Bawa Racco ke Indonesia? (tangkapan layar instagram)

Liputan6.com, Jakarta - BYD Indonesia sepertinya tengah memberikan sinyal terkait kemungkinan menghadirkan mobil listrik mungil terbarunya, BYD Racco, ke pasar Tanah Air.

Indikasi tersebut terlihat dari akun Instagram resmi BYD Indonesia, @byd_indonesia, yang dalam beberapa waktu terakhir mengunggah sejumlah konten yang berkaitan dengan kei car listrik tersebut.

Setidaknya ada tiga unggahan yang secara khusus menyoroti BYD Racco. Hal ini pun memunculkan spekulasi bahwa mobil listrik mungil yang sebelumnya diperkenalkan untuk pasar Jepang tersebut tengah dipersiapkan untuk Indonesia.

Pada unggahan pertama, BYD Indonesia membahas Racco yang telah menarik perhatian konsumen di Jepang. Menariknya, jenama asal China tersebut turut mengajak masyarakat Indonesia membayangkan jika mobil listrik mungil ini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

"Kalau BYD Racco jadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, paling cocok dibawa ke mana?" demikian pertanyaan yang dilempar BYD Indonesia melalui media sosialnya.

Sementara itu, unggahan kedua menampilkan pilihan warna BYD Racco. Mobil listrik mungil ini memiliki enam pilihan kelir yang menjadi salah satu daya tariknya.

Konten tersebut semakin memperkuat perhatian terhadap Racco, terutama karena BYD Indonesia secara aktif mengenalkan berbagai sisi dari mobil listrik yang memiliki dimensi kompak tersebut.

Tidak berhenti di pilihan warna, BYD Indonesia juga mengunggah berbagai fitur unik yang ditawarkan Racco.

Beberapa di antaranya adalah automatic sliding doors, kabin fleksibel yang dapat menampung banyak barang, heated cup holder, hingga meja lipat praktis di dalam kabin.

"Menurut kamu, fitur mana yang paling berguna buat mendukung aktivitas harianmu? Spill pilihanmu di kolom komentar!," tulis akun Instagram @byd_indonesia, dilihat Jumat (14/8/2026).

Deretan konten tersebut tentu menarik perhatian, mengingat BYD Racco merupakan model yang belum dipasarkan di Indonesia.

Terkait kemungkinan kehadiran BYD Racco di Tanah Air, Head of Public and Government Relation BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, masih belum memberikan tanggapan.

Liputan6.com telah mencoba meminta konfirmasi terkait apakah rangkaian unggahan tersebut merupakan sinyal untuk menghadirkan Racco ke Indonesia.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari Luther mengenai hal tersebut.

 

Peluang BYD Racco ke Indonesia

BYD Racco dijadwalkan masuk pasar Jepang pada 28 Juli 2026. (Carnewschina)

Sebelumnya, pada akhir 2025, Luther memang sempat mengungkapkan bahwa BYD Racco mendapatkan sambutan positif di pasar Jepang. Ia juga menyebut peluang membawa mobil listrik mungil tersebut ke Indonesia cukup terbuka.

"Sekali lagi, karena itu adalah made in BYD langsung, sangat possible untuk dibawa (ke Indonesia)," jelas Luther saat ditemui di arena GJAW 2025, ICE BSD, Tangerang, Banten.

Meski demikian, menurut Luther, BYD masih perlu melakukan studi lebih mendalam sebelum memutuskan menghadirkan Racco ke Indonesia.

Pasalnya, segmen kei car sendiri belum memiliki model yang secara khusus dipasarkan di Indonesia. Kondisi tersebut membuat BYD perlu melihat potensi pasar sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Kita perlu ada studi yang mendalam, sementara kita masih fokus dengan unit yang sekarang. Tapi, di tahun depan, kita akan bawa beberapa produk yang menarik," tukas Luther.

Jika benar dibawa ke Indonesia, BYD Racco berpotensi menjadi salah satu model yang menarik di tengah perkembangan pasar mobil listrik Tanah Air. Dimensinya yang mungil, desain kompak, serta sejumlah fitur praktis membuatnya memiliki karakter berbeda dibandingkan mobil listrik yang saat ini beredar di Indonesia.

Namun, hingga saat ini BYD Indonesia belum secara resmi mengumumkan rencana peluncuran Racco di Tanah Air. Rangkaian unggahan di media sosial pun masih sebatas sinyal yang menarik untuk ditunggu kelanjutannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya