Starting XI Ideal Real Madrid dengan Bernardo Silva Sebagai Gelandang Bertahan

Real Madrid berpotensi memiliki starting XI terbaik dengan Bernardo Silva sebagai gelandang bertahan pilihan Jose Mourinho.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 14 Agustus 2026, 06:44 WIB
Bernardo Silva, Real Madrid. (Dok. X @realmadriden)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid berpotensi memiliki wajah baru di lini tengah jika Jose Mourinho benar-benar menempatkan Bernardo Silva sebagai gelandang bertahan. Pemain asal Portugal itu diproyeksikan mengisi peran penting dalam skema Mourinho setelah keduanya kembali bekerja sama.

Bernardo Silva bukan sekadar opsi tambahan bagi Mourinho karena sang pelatih diyakini memiliki rencana besar untuk mantan pemain Manchester City tersebut. Kehadirannya juga berpotensi mengubah persaingan di lini tengah Real Madrid, termasuk bagi Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, dan Eduardo Camavinga.

Jika seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik, susunan ini menghadirkan kombinasi pengalaman, kreativitas, kecepatan, dan kekuatan fisik di setiap lini. Bernardo Silva menjadi elemen penting karena kemampuannya membawa bola, mengatur tempo, sekaligus membantu fase bertahan.


Courtois Jadi Penjaga Gawang, Konate Temani Militao

Kiper Real Madrid asal Belgia #01, Thibaut Courtois, bereaksi setelah memenangkan pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid dari Spanyol dan Borussia Dortmund dari Jerman di stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Minggu dini hari WIB (6-7-2025). (JUAN MABROMATA/AFP)

Thibaut Courtois tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar, sedangkan Marc Cucurella, Eder Militao, Ibrahima Konate, dan Trent Alexander-Arnold mengisi empat posisi pertahanan. Komposisi tersebut memberikan perpaduan antara kemampuan bertahan, distribusi bola, serta ancaman dari sisi sayap.

Denzel Dumfries tetap memiliki peluang mendapatkan menit bermain untuk memberi waktu istirahat bagi Alexander-Arnold, sementara Dean Huijsen juga siap bersaing setelah mendapatkan nomor punggung 4. Namun, kondisi fisik Militao menjadi faktor penting yang dapat mengubah susunan lini belakang tersebut.


Bernardo Silva Berperan sebagai Gelandang Bertahan

Gelandang Real Madrid, Bernardo Silva, melewati pertahanan Ferencvaros dalam laga pramusim di Budapest, Hungaria, Sabtu (8/8/2026). Madrid terus mematangkan persiapan jelang musim baru. (Attila Kisbenedek/AFP)

Bernardo Silva dipasang sebagai gelandang bertahan kiri dengan Arda Guler berada di sisi kanan dan Jude Bellingham menjalankan peran gelandang serang. Skema tersebut memungkinkan Silva membawa bola dari area dalam sekaligus membantu mengatur tempo permainan sebelum bola diteruskan ke area yang lebih maju.

Valverde dan Tchouameni harus menghadapi persaingan lebih ketat apabila Mourinho benar-benar menjadikan Silva sebagai starter reguler. Silva dapat bekerja sama dengan Guler dalam membangun serangan, mengalirkan bola, serta membuka ruang bagi Bellingham untuk bermain lebih dekat dengan kotak penalti.

Bellingham tetap menjadi bagian penting dari starting XI karena kemampuannya mencetak gol dan memberikan pengaruh besar di area depan. Peran Silva dan Guler memungkinkan pemain Inggris itu lebih leluasa bergerak ke depan, sementara Kylian Mbappe dapat mencari ruang di luar area penalti.


Vinicius, Mbappe, dan Yan Diomande Jadi Trisula

Vinicius Junior merayakan gol bersama Kylian Mbappe dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Santiago Bernabeu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Lini depan diisi Vinicius Junior di kiri, Mbappe sebagai penyerang tengah, dan Yan Diomande di sisi kanan. Ketiganya memiliki karakter berbeda yang dapat menciptakan variasi serangan sekaligus memberikan ancaman dari berbagai area.

Mourinho memiliki pekerjaan penting untuk memaksimalkan hubungan antara Vinicius dan Mbappe agar keduanya mampu tampil lebih menyatu dalam sistem yang diterapkan. Jika kombinasi tersebut berjalan optimal, trisula ini berpotensi menjadi salah satu lini depan paling berbahaya di dunia.

Skema ini menempatkan Bernardo Silva sebagai pusat keseimbangan lini tengah. Kehadiran Silva membuat tim memiliki pemain yang dapat membantu pertahanan sekaligus menghubungkan lini tengah dengan para penyerang.

Sumber: The Real Champs

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya