Pikap Rombongan Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng

Pikap rem blong, terguling usai menabrak pohon.

oleh FauzanDiterbitkan 13 Agustus 2026, 21:37 WIB
Rombongan Mahasiswa KKN Unhas kecelakaan di Bantaeng

Liputan6.com, Jakarta - Rombongan mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (13/8/2026). 12 mahasiswa yang berada dalam satu mobil pikap menjadi korban.

Kecelakaan terjadi pukul 14.00 WITA saat rombongan mahasiswa dalam perjalanan kembali ke posko di Desa Kayu Loe. Sebelumnya, mereka menghadiri kegiatan penutupan KKN yang dirangkaikan dengan penghijauan serentak di kawasan Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.

Dalam perjalanan pulang, mobil pikap terbuka yang membawa 12 mahasiswa mengalami kecelakaan di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe. Kendaraan tersebut kemudian terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah.

Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan kecelakaan diduga terjadi akibat rem kendaraan mengalami blong. Pengemudi kemudian berupaya menghentikan kendaraan dengan membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan.

"Menurut informasi pengemudi, mobil alami rem blong. Sebagai upaya menghentikan laju kendaraan, pengemudi sengaja membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan," kata Ishaq dalam keterangannya.

 

Rombongan Mahasiswa KKN Unhas kecelakaan di Bantaeng

Usai kecelakaan, para mahasiswa dievakuasi ke rumah warga di sekitar lokasi. Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng Putri F Nurdin yang berada tidak jauh dari lokasi langsung bergerak ke tempat kejadian.

Putri kemudian menghubungi Public Safety Center (PSC). 10 menit kemudian tim medis PSC Cabang Loka tiba dan memberikan penanganan awal sebelum seluruh korban dievakuasi ke RS Anwar Makkatutu Bantaeng.

"Seluruh mahasiswa korban kecelakaan kemudian dievakuasi menuju RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, dan langsung memperoleh penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD)," ujar Ishaq.

Hasil pemeriksaan menunjukkan lima mahasiswa dalam kondisi sehat dan stabil. Empat mahasiswa mengalami cedera ringan, sedangkan tiga lainnya harus menjalani observasi lanjutan termasuk pemeriksaan X-ray.

Dari hasil pemeriksaan, dua mahasiswa mengalami keseleo pada kaki. Sementara satu mahasiswa terindikasi mengalami fraktur pada bagian paha.

Hingga Kamis malam, kondisi para mahasiswa dilaporkan membaik. Sebanyak 10 mahasiswa telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan observasi.

"Sebanyak 10 mahasiswa telah dapat dipulangkan malam ini juga," kata Ishaq.

Sementara dua mahasiswa lainnya sebenarnya juga telah diperbolehkan pulang. Namun, Putri meminta keduanya tetap beristirahat di rumah sakit karena saat itu sedang tertidur.

"Ia akan menjemput kedua mahasiswa itu saat pemulangan ke Makassar esok hari," ujar Ishaq.

Kecelakaan tersebut terjadi saat KKN Unhas Gelombang 116 memasuki masa akhir. Penutupan dan penarikan mahasiswa berlangsung bertahap mulai Rabu (12/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026).

Khusus Bantaeng, penarikan mahasiswa dijadwalkan berlangsung Jumat (14/8/2026). Pengelola KKN Unhas mengingatkan mahasiswa tetap berhati-hati dalam menjalankan aktivitas hingga seluruh rangkaian KKN selesai.

"Kami berharap para mahasiswa dapat terus hati-hati dalam melaksanakan aktivitas di penghujung masa KKN," kata Kepala Sub Direktorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Suleha Thamrin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya