Mampukah Sunderland Kembali Bikin Kejutan di Premier League 2026/2027?

Sunderland menghadapi tantangan musim kedua dan jadwal Eropa pada Premier League 2026/2027

oleh Asad ArifinDiterbitkan 13 Agustus 2026, 18:38 WIB
Kapten Sunderland dan Timnas Swiss, Granit Xhaka. (Dok. Sunderland)

Liputan6.com, Jakarta - Sunderland menjadi salah satu cerita terbesar Premier League 2025/2026. Baru promosi dari Championship, The Black Cats justru finis di peringkat ketujuh dan lolos ke kompetisi Eropa.

Pencapaian tersebut membuat Sunderland mendapat banyak pujian. Namun, menjelang musim 2026/2027, mereka kembali masuk daftar kandidat degradasi versi sejumlah rumah taruhan.

Ada tiga alasan yang melatarbelakangi prediksi tersebut. Statistik musim lalu, ancaman sindrom musim kedua, dan tambahan jadwal di kompetisi Eropa menjadi faktor utama.

Situasi ini membuat Sunderland menghadapi tantangan yang berbeda dibanding musim sebelumnya. Mereka kini harus membuktikan bahwa keberhasilan musim lalu bukan sekadar kejutan sesaat.


Sindrom Musim Kedua Tidak Selalu Terjadi

Gol penyeimbang di masa tambahan waktu dari Brian Brobbey menjadi pukulan telak bagi Arsenal, yang sudah unggul hingga menit-menit akhir. (Owen Humphreys/PA via AP)

Sunderland dan Leeds menjadi tim promosi ke-53 dan ke-54 yang mampu bertahan di Premier League. Dari 52 tim sebelumnya, hanya 11 yang terdegradasi pada musim kedua, atau sekitar 21 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas tim promosi yang sukses bertahan pada musim pertama mampu menghindari degradasi pada musim berikutnya. Artinya, sindrom musim kedua tidak selalu menjadi ancaman nyata.

Meski demikian, Sunderland tetap harus waspada. Ipswich pernah finis di posisi kelima sebagai tim promosi pada musim 2000/2001, tetapi terdegradasi pada musim berikutnya setelah harus menjalani kompetisi Eropa.

Secara keseluruhan, empat dari 20 tim promosi yang finis di paruh atas klasemen akhirnya turun kasta pada musim kedua. Sheffield United menjadi contoh terbaru dari situasi tersebut.


Kompetisi Eropa Jadi Tantangan Besar

Lammens tampil solid di bawah mistar Setan Merah. Kiper asal Belgia tersebut juga berhasil melakukan clean sheet dalam laga tersebut. (AFP/Andy Buchanan)

Sunderland akan tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 53 tahun. Mereka setidaknya harus menjalani delapan pertandingan tambahan di Liga Europa.

Tambahan jadwal tersebut akan menguji kedalaman skuad The Black Cats. Hal itu menjadi perhatian karena Sunderland dinilai belum memiliki pengalaman besar dalam menghadapi dua kompetisi sekaligus.

Namun, sejarah juga memberi harapan. Dari sembilan tim promosi sebelumnya yang lolos ke Eropa, lima mampu kembali finis di paruh atas klasemen.

Hanya Ipswich dan Hull City yang akhirnya terdegradasi setelah menjalani musim dengan jadwal lebih padat. Artinya, peluang Sunderland untuk kembali membuat kejutan tetap terbuka jika mampu menjaga konsistensi performa dan mengelola skuad dengan baik.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya