Penjualan Mobil di China Terjun Bebas

Secara keseluruhan, penjualan mobil di Negeri Tirai Bambu turun 3,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya

oleh Arief AszhariDiterbitkan 14 Agustus 2026, 14:24 WIB
Rata-rata mobil listrik di China kini mampu menempuh 528 km dalam sekali pengisian penuh, berkat kemajuan pesat teknologi baterai dan efisiensi energi (HKCD)

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan mobil di China kembali menunjukkan pergeseran besar ke mobil listrik. Berdasarkan data penjualan Juli 2026, mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) menjadi satu-satunya model yang mengalami kenaikan, di tengah hampir seluruh model mengalami penurunan tajam.

Secara keseluruhan, penjualan mobil di Negeri Tirai Bambu turun 3,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Disitat Electrec, penjualan BEV pada Juli 2026 naik 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan mobil bermesin bensin atau internal combustion engine (ICE) terjun bebas hingga 44 persen.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat pasar otomotif China secara keseluruhan mengalami tekanan, meski mobil listrik murni masih mampu mencatat pertumbuhan.

Data tersebut juga memperlihatkan perbedaan kinerja antara berbagai jenis kendaraan elektrifikasi. Penjualan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) turun 21,1 persen, dan extended-range electric vehicle (EREV) juga terkoreksi 16,5 persen. Sementara itu, kendaraan hybrid konvensional juga turun 4 persen.

Dalam sistem pencatatan China, kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) mencakup BEV, PHEV, dan EREV. Karena penjualan PHEV dan EREV mengalami penurunan, penjualan NEV secara keseluruhan ikut terkoreksi 3,9 persen.

Jika dilihat sepanjang tujuh bulan pertama 2026, penjualan mobil secara keseluruhan di China turun 12,5 persen.

Meskipun begitu, kendaraan elektrifikasi tetap memiliki porsi besar di pasar. Pada Juli 2026, NEV mencatat pangsa pasar ritel sebesar 65,1 persen, menjadi rekor baru karena penurunan kendaraan bermesin pembakaran berlangsung lebih dalam.

Perubahan Pasar China

Tren tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan permintaan konsumen China.

Pada awal 2026, penjualan BEV memang sempat mengalami pelemahan setelah perubahan program insentif kendaraan listrik pada akhir 2025. Namun, permintaan mulai berbalik arah sejak Maret, dan kembali menunjukkan pertumbuhan pada Juli 2027.

Tidak hanya pasar domestik, NEV buatan China juga semakin kuat di pasar ekspor. Pada Juli 2026, ekspor NEV China melonjak 147,8 persen secara tahunan, dan menyumbang 58,8 persen dari total ekspor kendaraan negara tersebut.

Data ini mempertegas posisi kendaraan listrik sebagai salah satu penggerak utama industri otomotif China, ketika penjualan kendaraan dengan mesin pembakaran tengah mengalami tekanan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya