Kondisi Terkini Lokasi Konflik Lahan Berujung Pembakaran Kantor Sawit

Massa membakar bangunan milik perusahaan sawit.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 12 Agustus 2026, 21:52 WIB
Kondisi area perusahaan sawit PT Bumi Sentosa Abadi usai insiden pembakaran

Liputan6.com, Jakarta - Polisi memperketat pengamanan di area perusahaan sawit PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, setelah perusakan dan pembakaran sejumlah bangunan serta aset, Rabu (12/8/2026).

Personel gabungan dari Dit Samapta Polda Lampung, Brimob Polda Lampung, Polres rayonisasi, hingga TNI dikerahkan untuk mengantisipasi aksi lanjutan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf bersama Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Sumarto dan sejumlah pejabat utama Polda Lampung turut mendatangi lokasi untuk memantau kondisi sekaligus memastikan proses pengamanan berjalan.

Usai kerusuhan, polisi memasang garis polisi di sejumlah titik. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menginventarisasi kerusakan dan memastikan tidak ada korban yang tertimpa material akibat kebakaran.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon kemudian menemui warga yang masih berada di sekitar kompleks perusahaan. Dia meminta massa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis.

"Kehadiran kami untuk mengamankan situasi dan memastikan keadaan tetap kondusif. Jangan jadikan kami sebagai lawan masyarakat. Mari kita jaga situasi tetap tenang dan jangan melakukan tindakan anarkis," kata Charles, Rabu (12/8/2026).

Kapolres juga meminta warga tidak melewati garis polisi karena lokasi masih dalam proses pemeriksaan.

"Kita lagi olah TKP di dalam untuk menginventarisir barang-barang yang rusak ataupun barang-barang yang masih bisa diselamatkan," jelasnya.

Charles mengatakan, pengamanan dilakukan bukan untuk berhadapan dengan masyarakat, melainkan menjaga situasi agar konflik tidak kembali memanas.

"Kami di sini menghadirkan negara. Kami membawa kedamaian," katanya.

 

Kondisi area perusahaan sawit PT Bumi Sentosa Abadi usai insiden pembakaran

Warga Minta Kendaraan yang Melintas Tidak Ngebut

Dalam dialog tersebut, salah seorang perwakilan warga menyampaikan permintaan agar kendaraan yang melintas di kawasan tersebut tidak melaju dengan kecepatan tinggi.

Warga menyebut kendaraan yang melintas sebelumnya dinilai memacu kendaraan sehingga menimbulkan debu di sekitar lokasi.

"Kepada Bapak Kapolres Lampung Tengah, saya atas nama masyarakat mohon maaf. Harapan kami, siapapun anggota yang lewat, ini tolong pelan-pelan, ya. Biar kita saling menghargai," ujar perwakilan warga usai kerusuhan pembakaran kantor perusahaan.

Dia menegaskan masyarakat tidak berniat berkonflik dengan aparat kepolisian. "Kami ini, Pak, di sini bukan mau perang sama polisi. Enggak ada niat kami untuk berperang," katanya.

Perwakilan warga tersebut juga mengajak masyarakat dari tiga kampung untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi.

Dia meminta warga memberikan kesempatan kepada petugas untuk melakukan olah TKP setelah aksi perusakan dan pembakaran terjadi.

"Jadi saya harapkan keseluruhan masyarakat kita tiga kampung, jangan melewati garis polisi karena mereka masih olah TKP," ujarnya.

 

Awal Kericuhan

Sebelumnya, ratusan warga dari tiga kampung di Kecamatan Anak Tuha mendatangi kompleks PT BSA. Kedatangan massa berkaitan dengan persoalan lahan yang selama ini menjadi polemik.

Situasi kemudian memanas hingga berujung pada perusakan dan pembakaran sejumlah bangunan serta aset milik perusahaan.

Dalam video yang diterima Liputan6.com, massa terlihat memasuki area kantor perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Mereka membawa tongkat bambu dan senjata tajam jenis parang. Beberapa bangunan di dalam area perusahaan terlihat terbakar. Kobaran api bahkan tampak membumbung tinggi dan menghanguskan bagian bangunan.

Sejumlah orang dalam rekaman terlihat mengenakan topi dan menutupi wajah menggunakan kain. Aksi tersebut juga diikuti sejumlah perempuan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya