Liputan6.com, Jakarta - Virzha berjalan menuju motornya sambil menggandeng Sanny. Setelah suasana lebih tenang, Virzha bertanya bagaimana Sanny bisa sampai ke Serene Lab seorang diri. Sanny mengaku bahwa dirinya tidak datang sendiri. Karen yang menemukan dan mengantarnya. Virzha heran. Karen?
Adrian berdiri di depan meja resepsionis sambil membawa dua gelas kopi take away. Pada saat yang bersamaan, Ariana baru tiba. Ariana berjalan terburu-buru sambil membaca pesan Davin yang sejak tadi menanyakan keberadaannya. Karena tidak memperhatikan jalan, Ariana tidak sengaja menabrak Adrian. Ariana langsung meminta maaf.
Advertisement
Davin dan Ariana makan malam berdua di rumah Davin. Di atas meja makan terbentang beberapa map, tablet, dan gambar desain Risewell. Ariana sejak tadi serius membahas beberapa tenant yang masih perlu dipastikan serta rangkaian acara grand opening. Sesekali, Ariana membuka catatan dan meminta pendapat Davin. Namun, Davin justru beberapa kali sengaja mengalihkan pembicaraan ke hal-hal lain.
Davin tertidur di sofa. Ariana mengembuskan napas pelan. Semakin hari, perasaannya kepada Davin semakin sulit dia abaikan. Namun, justru itu yang membuatnya gelisah. Dia datang kembali bukan untuk jatuh cinta, melainkan menyelesaikan semua yang sudah dimulai. Ariana takut perasaannya kepada Davin justru akan mengaburkan tujuan itu.
Masih memandangi wajah Davin dari jarak yang cukup dekat, Ariana tanpa sadar sedikit membungkukkan tubuhnya. Saat itulah mata Davin perlahan terbuka. Ariana yang kaget refleks hendak menjauh. Namun, sebelum sempat mundur, Davin spontan meraih pergelangan tangan Ariana.