Liputan6.com, Jakarta - Manchester United harus mengubah rencana setelah Newcastle United mempertahankan Lewis Hall dan membuat upaya transfer sang bek kiri semakin sulit. Situasi tersebut memaksa Setan Merah kembali mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktik Michael Carrick.
Kebutuhan di sektor kiri semakin mendesak setelah Tyrell Malacia pergi dan Patrick Dorgu beralih memainkan peran lebih ofensif. Manchester United membutuhkan bek kiri natural yang agresif, mampu masuk ke lini tengah, serta memiliki kualitas untuk membantu serangan.
Advertisement
Lewis Hall memang memiliki profil yang ideal, tetapi kegagalan mengejarnya tidak berarti Manchester United kehabisan pilihan. Ada tiga pemain muda yang memiliki karakteristik menarik dan berpotensi menjadi solusi untuk kebutuhan tersebut.
Joaquin Seys Punya Fleksibilitas
Joaquin Seys tampil impresif bersama Club Brugge dan mulai masuk radar sejumlah klub besar Premier League. Kemampuannya bermain di kedua sisi pertahanan menjadi nilai tambah, sementara gaya bermainnya memungkinkan dia bergerak ke area tengah saat membangun serangan.
Seys memiliki kemampuan membawa bola secara progresif dan aktif masuk ke sepertiga akhir lapangan. Musim lalu, dia mencatat rata-rata 1,83 aksi penciptaan tembakan dan 1,45 umpan silang sukses per 90 menit di kompetisi liga.
Dengan nilai pasar sekitar £30 juta (sekitar Rp720 miliar), Seys juga lebih realistis secara finansial dibandingkan biaya tinggi yang berpotensi diminta Newcastle untuk Hall. Profil tersebut membuatnya cocok dengan kebutuhan Carrick yang menginginkan bek sayap agresif dan fleksibel.
Myles Lewis-Skelly Bisa Jadi Investasi Jangka Panjang
Myles Lewis-Skelly merupakan salah satu talenta muda paling menarik dari akademi Arsenal. Meski posisi aslinya gelandang tengah, pemain berusia 19 tahun tersebut berkembang pesat ketika dimainkan sebagai bek kiri yang masuk ke lini tengah.
Kemampuan bermain di area sempit menjadi salah satu keunggulannya karena latar belakang sebagai gelandang. Lewis-Skelly juga memiliki akurasi umpan 89,2 persen saat berada di bawah tekanan dan mencatat 5,8 umpan progresif per 90 menit.
Karakter tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan Manchester United dalam membangun serangan melalui formasi yang dapat berubah menjadi tiga bek dan dua gelandang. Usianya juga memberi ruang untuk berkembang sebelum mengambil alih peran utama dari Luke Shaw.