Gagal Gaet Rodri, Real Madrid Kini Bidik Pemain Muda Inggris dengan Harga Fantastis

Real Madrid beralih fokus ke gelandang Crystal Palace Adam Wharton setelah Rodri menolak tawaran dan memilih Barcelona.

oleh ThomasDiterbitkan 12 Agustus 2026, 19:00 WIB
Pemain muda Timnas Inggris, Adam Wharton saat melakukan latihan menjelang Euro 2024 di Blankenhain, Thuringia, Rabu (12,/06/2024) waktu setempat. (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid mengalihkan target utama mereka di bursa transfer setelah gelandang Rodri dilaporkan menolak pinangan dan memilih bergabung dengan rival abadi, Barcelona. Kini, perhatian klub raksasa Spanyol itu tertuju pada Adam Wharton, gelandang muda berbakat dari Crystal Palace, yang diidentifikasi sebagai prioritas transfer untuk tahun 2026.

Keputusan Rodri untuk berlabuh ke Camp Nou memicu perdebatan luas, dengan beberapa pihak menilai kegagalan merekrutnya sebagai pukulan telak bagi Real Madrid di jendela transfer musim panas ini.

Meskipun demikian, pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, secara spesifik telah meminta klub untuk menjadikan Wharton sebagai target utama, terlepas dari potensi kepindahan Federico Valverde dari Santiago Bernabéu.


Kegagalan Madrid Gaet Rodri dan Perdebatan di Baliknya

Rodri telah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Real Madrid sejak Maret, memberikan waktu berminggu-minggu bagi klub untuk bernegosiasi dengan Manchester City. Namun, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, tidak menunjukkan urgensi yang signifikan dalam proses perekrutan tersebut.

Perez dilaporkan tidak bersedia memenuhi harga yang diminta Manchester City sekitar €75 juta, dan hanya menawarkan sekitar €50 juta. Mantan striker Real Madrid, Fernando Morientes, bahkan menyebut narasi penolakan Rodri terhadap Real Madrid sebagai "lelucon buruk", mengisyaratkan bahwa Real Madrid tidak pernah benar-benar serius dalam upaya tersebut.

Ada beberapa pertimbangan yang membuat Perez enggan membayar lebih untuk Rodri, termasuk sisa satu tahun kontraknya, riwayat operasi punggung, serta kekhawatiran akan kerentanan cedera dan nilai jual kembali yang rendah mengingat usianya yang sudah 30 tahun.

Meskipun Jose Mourinho sangat menginginkan kehadiran Rodri di skuadnya, Perez tetap berpegang pada keputusannya untuk tidak membayar lebih dari yang ia anggap pantas.


Adam Wharton, Gelandang Muda Incaran Utama

Gelandang Inggris yang masih berusia 19 tahun, Adam Wharton didatangkan Nottingham Forest dari Blackburn Rovers pada 1 Februari 2024 dengan nilai transfer mencapai 21,1 juta euro atau setara Rp358 miliar dengan durasi kontrak selama 5,5 tahun hingga 30 Juni 2029. Kehadirannya bisa menjadi solusi untuk mengatasi krisis permainan di sektor tengah Crystal Palace. (cpfc.co.uk)

Setelah kegagalan Rodri, Real Madrid kini memfokuskan perhatian pada Adam Wharton sebagai solusi lini tengah. Klub telah memantau Wharton selama beberapa bulan terakhir, bahkan mengirimkan pemandu bakat untuk mengamati performanya secara langsung.

Wharton, yang berusia 21 atau 22 tahun, bergabung dengan Crystal Palace pada jendela transfer musim dingin 2024 dari Blackburn Rovers. Ia telah membuat debutnya untuk tim nasional Inggris pada tahun 2025.

Lanjut Baca:

Sebagai seorang deep-lying playmaker, Wharton memiliki kesadaran spasial yang elit, unggul dalam menempati posisi di antara bek tengah, dan mampu menciptakan peluang dengan umpan vertikal yang tajam. Analis sepak bola sering menyamakan gaya bermainnya dengan Toni Kroos karena kemampuannya mendikte tempo permainan, namun Wharton disebut memiliki vertikalitas yang lebih agresif dan berisiko tinggi, serta lebih aktif dalam melakukan pressing untuk merebut bola. Ia juga piawai dalam melakukan umpan jauh dengan lintasan rendah untuk mengubah arah permainan dengan cepat. Pada musim 2025/26, Wharton menunjukkan performa impresif dengan mencatatkan 242 ball recoveries dan mencoba 408 duel satu lawan satu, dengan tingkat keberhasilan 48,28%. Dalam aspek defensif, ia menjadi salah satu dari tiga pemain Crystal Palace yang melakukan setidaknya 100 tekel sepanjang musim, dengan tingkat keberhasilan 57% dan 40 intersep. Meskipun demikian, kelemahan defensifnya dalam duel udara dan tantangan fisik menunjukkan bahwa ia mungkin membutuhkan pemain bertahan yang kuat seperti Aurélien Tchouaméni di sampingnya untuk memberikan perlindungan yang memadai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya