Bocah Tolak Pakai Sabuk Pengaman, Penerbangan di Kanada Batal

Penerbangan di Kanada terpaksa dibatalkan usai seorang bocah yang tidak mau pakai sabuk pengaman.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 11 Agustus 2026, 20:30 WIB
Ilustrasi Pesawat (Pixabay)

Liputan6.com, Ottawa - Penerbangan Porter Airlines dari Victoria menuju Toronto, Kanada, terpaksa kembali ke terminal dan batal berangkat setelah seorang anak menolak mengenakan sabuk pengaman. Insiden tersebut memicu perdebatan mengenai keselamatan anak dan bagaimana maskapai serta orang tua seharusnya menangani situasi serupa.

Dikutip dari BBC, Selasa (11/8/2026), insiden terjadi pada 6 Agustus 2026 ketika pesawat Porter Airlines bersiap lepas landas dari Victoria menuju Toronto. Menurut pihak maskapai, seorang anak berdiri di atas kursinya dan menolak mengenakan sabuk pengaman.

"Seorang anak kecil berdiri di kursinya dan menolak mengenakan sabuk pengaman," kata Porter Airlines.

Orang tua yang mendampingi anak tersebut bersama awak kabin telah berupaya mengatasi situasi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Maskapai kemudian memutuskan untuk kembali ke terminal dan meminta anak serta orang tua yang mendampinginya turun dari pesawat. Porter Airlines menegaskan pesawat tidak dapat diterbangkan dalam kondisi yang dinilai tidak aman.

Keputusan tersebut berdampak pada seluruh penumpang. Pesawat tidak dapat diberangkatkan sebelum landasan pacu ditutup setelah tengah malam. Para penumpang akhirnya harus dipindahkan ke penerbangan pada hari berikutnya.

Ahli keselamatan penerbangan anak, Lia Tuso, mengatakan kepada BBC bahwa keputusan awak pesawat untuk tidak melanjutkan penerbangan merupakan langkah yang tepat demi keselamatan seluruh penumpang, termasuk anak tersebut.

Menurut Tuso, anak yang tidak mengenakan sabuk pengaman dapat menjadi objek yang terlempar ketika pesawat mengalami turbulensi.

"Anak-anak yang tidak dipakaikan sabuk bisa menjadi sesuatu yang terlempar," kata Tuso.

Ia menjelaskan kondisi tersebut serupa dengan barang bawaan yang tidak diamankan dengan baik. Benda-benda tersebut dapat terlempar ke arah penumpang ketika pesawat mengalami turbulensi, terutama saat fase lepas landas dan mendarat.

Insiden tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial mengenai sejauh mana maskapai harus memberikan toleransi kepada keluarga yang bepergian bersama anak serta seberapa tegas orang tua harus memastikan anak mematuhi aturan keselamatan penerbangan.

Sebagian pengguna media sosial menilai kejadian tersebut mencerminkan pola pengasuhan yang terlalu permisif. Peristiwa itu bahkan dibahas dalam program pagi Fox News.

Salah satu pembicara, Charles Hurt, menyatakan dukungannya terhadap penerapan disiplin fisik terhadap anak dalam situasi seperti itu.

Sikap Orang Tua dan Maskapai

Ilustrasi Pesawat (AP/Matt York)

“Kita semua pernah menjadi orang tua seperti itu,” ujarnya. “Tapi, ini sudah melampaui batas.” Orang lain juga menyoroti bahwa terkadang anak-anak takut terbang dan tidak bermaksud membuat keributan.

Salah satu penumpang pesawat Porter Airlines, Aryeh Kozuch, mengatakan kepada CBC News bahwa anak tersebut tidak bertingkah nakal, tapi terlihat ketakutan. “Anak tersebut terus bersembunyi di bawah kursinya. Jika dipaksa untuk dipakaikan dengan sabuk pengaman, ia malah merayap keluar dari bawah kursi.

Banyak orang mempertanyakan mengapa seluruh penerbangan harus terganggu hanya karena satu anak dan mengatakan bahwa keluarga tersebut seharusnya dikeluarkan dari pesawat.

Hal itulah yang terjadi pada tahun 2018. Seorang ayah dan putrinya terekam kamera saat dikeluarkan dari penerbangan Southwest Airlines rute Chicago ke Atlanta. Menurut seorang penumpang yang merekam kejadian tersebut, anak itu sudah tenang setelah sebelumnya mengamuk, dan telah duduk dengan tenang di kursinya selama lebih dari lima menit sebelum awak pesawat memberitahu sang ayah bahwa mereka akan dikeluarkan dari penerbangan.

Maskapai yang terlibat, Southwest, menjelaskan bahwa laporan awal menunjukkan “terjadi pertengkaran di dalam pesawat antara awak kabin dan seorang penumpang yang bepergian bersama seorang anak kecil."

Setelah kejadian yang mirip di tahun 2012, keluarga yang dipaksa untuk turun dari pesawat tampil di acara Today Show milik NBC untuk menuduh maskapai tersebut tidak manusiawi. Maskapai JetBlue yang terlibat, berkata bahwa “Ada penumpang yang tidak mematuhi instruksi awak kabin dalam waktu yang cukup lama.”

Mereka juga menambahkan bahwa kapten memutuskan untuk mengeluarkan para penumpang yang terlibat demi keselamatan seluruh penumpang dan awak kabin yang ada di atas pesawat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya