Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 16 orang berhasil diselamatkan dari sistem kereta gantung di Kota Pereira, Kolombia bagian barat, setelah terjebak selama sekitar enam jam akibat gempa kuat yang melanda wilayah tersebut pada Senin 10 Agustus 2026 pagi.
Kantor Wali Kota Pereira mengatakan, para penumpang berada di dalam kabin kereta gantung ketika gempa terjadi. Mereka berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, atau sekitar enam jam setelah terjebak.
Advertisement
Akibat insiden tersebut, layanan kereta gantung di Pereira dihentikan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut untuk menjalani pemeriksaan keselamatan, sebagaimana seperti dikutip dari CNN.
Diketahui, Kereta gantung merupakan salah satu moda transportasi umum yang populer di Kolombia, yang menghubungkan para komuter di komunitas-komunitas di lereng bukit dengan pusat kota.
Manizales, kota lain di kawasan pegunungan penghasil kopi Kolombia, juga harus mengevakuasi penumpang dan menangguhkan layanan sistem kereta gantungnya akibat kerusakan struktural, demikian disampaikan walikota kota tersebut sebelumnya.
Sementara itu, Kota Manizales yang juga berada di kawasan pegunungan penghasil kopi Kolombia turut mengevakuasi penumpang dan menghentikan layanan kereta gantung.
Wali Kota Manizales mengatakan penghentian dilakukan setelah ditemukan kerusakan pada struktur sistem kereta gantung akibat gempa.
Korban Meninggal Gempa M 7,4 di Kolombia Tembus 132 Orang
Sebelumnya, korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) mencapai 132 orang. Sementara itu, lebih dari 570 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Data tersebut merupakan pembaruan terbaru pemerintah Kolombia yang dilansir Xinhua.
Badan Geologi Kolombia menyatakan gempa tersebut merupakan yang terkuat yang tercatat di negara itu pada abad ke-21. Setelah gempa utama, tercatat 21 gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil.
Mengutip CNN, Asosiasi Ibu Kota Kolombia juga melaporkan sedikitnya 132 orang meninggal dunia dan 570 lainnya terluka akibat gempa tersebut. Upaya pencarian dan penyelamatan masih dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah setempat melaporkan masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan.
Di Cali, sedikitnya 380 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Sementara di Pereira, sejumlah bangunan dilaporkan runtuh dan dikhawatirkan masih terdapat warga yang terjebak di dalamnya.
Wali Kota Pereira Mauricio Salazar mengatakan kepada sebuah stasiun radio setempat bahwa sedikitnya 15 bangunan runtuh akibat gempa.
"Seluruh rumah saya berguncang. Saya belum pernah mengalami gempa sekuat ini," kata Jorge Moncayo, sopir taksi berusia 64 tahun di Cali, seperti dilaporkan Associated Press.
"Kami bersyukur kepada Tuhan karena masih hidup," sambungnya.