Liputan6.com, Jakarta - Fitur perlindungan privasi berbayar dari Apple, iCloud Private Relay ternyata tidak benar-benar bersifat privat. Layanan untuk menyembunyikan identitas dan histori pencarian pengguna di Safari dilaporkan mengalami kebocoran celah keamanan yang mengakibatkan IP pengguna terbaca.
Menurut temuan 404 Media, kelemahan pada mesin web browser Apple memungkinkan alamat IP pengguna bocor, baik secara tidak sengaja maupun karena diretas. Demikian sebagaimana diwartakan Life Hacker, Minggu (9/8/2026).
Advertisement
Private Relay bekerja dengan melakukan enkripsi kueri DNS dan membuat alamat IP sementara. Seharusnya, mekanisme ini mencegah penyedia layanan internet (ISP) maupun situs web melacak lokasi dan aktivitas pengguna.
Namun, peneliti keamanan Talal Haj Bakry dan Tommy Mysk menemukan celah pada sistem autentikasi passkey, memungkinkan pengguna mengakses situs web dengan metode passkey, lalu diproses di luar jangkauan Private Relay.
Akibatnya, situs web tersebut tetap bisa melihat IP asli pengguna. Celah ini juga berdampak pada browser berbasis privasi lain seperti Onion Browser di iOS yang terhubung ke jaringan Tor. Melalui pengujian 404 Media dan TechCrunch, keduanya mengonfirmasi celah keamanan ini.
Respons Apple
Para peneliti telah melaporkan masalah ini ke pihak Apple, namun mereka belum memberikan kepastian kapan akan terselesaikan.
Kejadian ini menambah rentetan riwayat celah keamanan fitur privasi Apple belakangan ini. Pada Juli 2026, fitur “Hide My Email” juga terbukti memiliki celah dengan mengekspos alamat email asli pengguna.
Meskipun dikatakan Apple telah menambal celah tersebut, tetapi kenyataannya tidak demikian.
Rekomendasi
Perlu dicatat, iCloud Private Relay bukan Virtual Private Network (VPN) murni. Fitur ini hanya memberikan perlindungan terbatas pada aktivitas pencarian di Safari dan aplikasi tertentu.
Jika ingin menjaga privasi IP pribadi dan enkripsi data secara menyeluruh di semua aplikasi serta browser, menggunakan VPN pihak ketiga menjadi pilihan paling direkomendasikan.