Liputan6.com, Jakarta - Pekan lalu, Apple melaporkan mengalami penurunan pendapatan tahunan iPad sebesar 5% untuk kuartal kedua (Q2) 2026 . Hal tersebut disebabkan karena pasar tablet secara keseluruhan sedang lesu.
Menurut laporan terbaru dari perusahaan riset Omdia, pengiriman tablet seluruh dunia merosot hingga 35,5 juta unit selama Q2 2026, mencerminkan penurunan sebesar 9,9% dari tahun ke tahun.
Advertisement
Dilansir 9to5Mac, Jumat (7/8/2026), disebutkan juga untuk pertama kalinya dari tahun-tahun sebelumnya, pengiriman tablet anjlok. Pengiriman iPad biasanya naik naik pada saat musim masuk sekolah.
Meski penurunan pengiriman mencapai 7.5%, Apple masih memimpin pasar--mengirimkan 13,5 juta unit iPad serta menguasai pasar 37,8%.
Disusul Samsung dengan 5,8 juta unit pengiriman dan pangsa pasar 16.3%, unggul dari Lenovo dengan 11,1%, Xiaomi 8%, serta Huawei 7,7%.
Lenovo mencatatkan pertumbuhan dan menjadi satu-satunya vendor dengan pencapaian ini di jajaran lima besar. Pengiriman perusahaan melonjak 27,1% dari kuartal kedua 2025.
Omdia mencatat para vendor di luar lima besar secara kolektif mengirimkan 19,1% unit dengan jumlah gabungan penurunan sebesar 23,5% dari tahun ke tahun.
Menurut Omdia
Research Manager Omdia, Himami Mukka, memaparkan kuartal lalu merupakan salah satu penurunan paling tajam di pasar tablet dalam dua tahun terakhir.
Selain itu, permintaan tablet yang semakin tinggi, harga terjangkau, ketersediaan, serta peran tablet terus menopang segmen tersebut di tengah lemahnya pasar.
Mukka menambahkan, di tengah masalah pasokan komponen, kemungkinan kecil vendor akan memprioritaskan tablet. Sebaliknya, mereka akan berfokus pada model-model flagship dan premium, sehingga mengubah lini produk menjadi perangkat premium.