Omset Lesu Lapak Bendera di Balik Semarak Merah Putih

Jelang HUT ke-81 RI, pedagang bendera di Bandar Lampung mengaku penjualan masih lesu. Mereka menduga daya beli yang melemah dan persaingan toko online menjadi penyebab sepinya pembeli.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 06 Agustus 2026, 16:02 WIB
Deretan Pedagang bendera dan pernak pernik merah putih di salah satu titik keramaian di Kota Bandar Lampung. (Liputan6/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Deretan bendera Merah Putih mulai berkibar di sepanjang jalan Kota Bandar Lampung. Lapak-lapak pedagang musiman pun kembali bermunculan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Namun, di balik warna merah putih yang semarak, para pedagang justru menyimpan kegelisahan. Pembeli yang biasanya mulai ramai sejak awal Agustus, tahun ini belum kunjung datang.

Iwan, pedagang bendera asal Garut, Jawa Barat, menjadi salah satu yang merasakan perubahan tersebut. Selama 16 tahun terakhir, ia rutin merantau ke Bandar Lampung setiap musim perayaan kemerdekaan untuk menjajakan bendera Merah Putih dan berbagai atribut HUT RI.

Namun, tahun ini suasananya berbeda.

"Kalau tahun sekarang belum bisa dibilang bagus. Alhamdulillah masih ada yang beli, tapi belum seramai tahun-tahun sebelumnya," kata Iwan, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, awal Agustus biasanya sudah menjadi masa paling sibuk bagi pedagang bendera. Namun hingga kini, lapaknya masih lebih sering didatangi orang yang sekadar melihat-lihat dibanding membeli.

Iwan menduga perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab. Kehadiran toko online membuat banyak orang memilih membeli atribut kemerdekaan secara digital dibanding mendatangi lapak di pinggir jalan.

"Biasanya tanggal segini sudah ramai. Sekarang mungkin karena banyak saingan atau masyarakat lebih banyak beli lewat online," ujarnya.

Meski begitu, harapan belum padam. Iwan yakin penjualan akan meningkat seiring semakin dekatnya peringatan 17 Agustus.

"Insyaallah kalau sudah mendekati Hari Kemerdekaan rezekinya bertambah dan pembeli mulai ramai," katanya.

 

 

Kalah Saing Pedagang Online

Pedagang Bendera HUT RI di Bandar Lampung Mengeluh Sepi, Penjualan Disebut Kalah Saing dengan Toko Online

Di lapaknya, Iwan menjual berbagai perlengkapan HUT RI, mulai dari bendera Merah Putih berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga ornamen dekorasi dengan harga berkisar Rp2.000 hingga Rp90.000.

Keluhan serupa juga dirasakan Suhendra, pedagang asal Bandung, Jawa Barat. Berbeda dengan Iwan yang sudah belasan tahun berjualan di Lampung, tahun ini menjadi pengalaman pertama Suhendra mencoba peruntungan di Kota Tapis Berseri.

Namun, setelah lebih dari dua pekan membuka lapak, hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.

"Masih sepi, belum seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Suhendra.

Ia menilai penjualan belum bergerak karena masyarakat masih berada di awal bulan, ditambah persaingan dengan toko online yang semakin ketat.

"Mungkin karena masih awal bulan, terus kita juga kalah sama yang jual di online," katanya.

 

Berharap Dagangan Laris Jelang HUT RI

Suhendra berharap kondisi berubah pada pekan kedua Agustus hingga menjelang Hari Kemerdekaan. Ia optimistis antusiasme masyarakat memasang bendera Merah Putih akan kembali mendongkrak penjualan.

Di lapaknya tersedia berbagai atribut HUT RI, mulai dari bendera Merah Putih, umbul-umbul, bandir, rawis, hingga ornamen Garuda.

Di balik harapan itu, ada pengorbanan yang harus dijalani. Demi mencari nafkah, Suhendra meninggalkan istri dan kedua anaknya di Bandung selama musim jualan berlangsung di Lampung.

"Sedih pasti karena jauh dari anak. Rindu juga, tapi sudah biasa merantau. Yang penting pulang selamat dan bisa bawa rezeki untuk keluarga," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya