Liputan6.com, Jakarta - Luis Figo ikut mendesak Gianni Infantino mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA. Legenda Portugal itu menilai Infantino harus bertanggung jawab atas gagalnya rencana penjualan Piala Dunia kepada investor swasta.
Desakan terhadap Infantino semakin menguat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah tokoh sepak bola menilai rencana tersebut bertentangan dengan kepentingan olahraga dan memicu penolakan dari berbagai konfederasi, termasuk UEFA.
Advertisement
Sebelumnya, sejumlah konfederasi FIFA mengancam akan memboikot Piala Dunia apabila rencana itu tetap dijalankan. UEFA bahkan disebut mempertimbangkan langkah hukum terhadap Infantino.
Selain itu, Asosiasi Sepak Bola Inggris dan Wales juga telah menarik dukungan mereka kepada Infantino. Situasi tersebut membuat posisi Presiden FIFA semakin berada dalam tekanan.
Figo Nilai Gianni Infantino Harus Mundur
Figo menyatakan sudah saatnya terjadi perubahan di pucuk kepemimpinan FIFA. Menurut mantan pemain Sporting CP, Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan itu, Infantino tidak lagi layak memimpin organisasi sepak bola dunia.
Figo bergabung dengan sejumlah tokoh sepak bola yang lebih dahulu meminta Infantino melepaskan jabatannya.
"Hari ini saya bergabung dengan banyak pihak di dunia sepak bola untuk menyerukan agar Gianni Infantino mengundurkan diri sebagai Presiden FIFA," ujar Figo.
"Infantino telah merendahkan martabat jabatan yang dulu ia janjikan akan diangkat. Ia telah berbohong, menipu, dan berusaha menguntungkan dirinya sendiri dengan mengorbankan sepak bola yang seharusnya ia layani," lanjut Figo.
Figo Sebut Sepak Bola Harus Diselamatkan
Figo menilai Infantino telah kehilangan dukungan dari banyak pihak di lingkungan FIFA maupun dunia sepak bola. Ia percaya kondisi tersebut menunjukkan sudah tidak ada lagi kepercayaan terhadap kepemimpinan sang presiden.
Legenda Portugal itu juga menegaskan bahwa kepentingan sepak bola harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia meminta Infantino segera meninggalkan posisinya.
"Ia telah kehilangan dukungan dari staf seniornya, para penasihat terdekatnya, sebagian besar orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk olahraga ini, bahkan tampaknya juga dari penerima FIFA Peace Prize, Donald Trump," kata Figo.
"Sudah terlambat untuk menyelamatkan martabatnya, tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang," tegas Figo.