Semringah Pramono Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Lampaui Nasional

Capaian ini bukti pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap terjaga, meski dunia masih hadapi tekanan.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 05 Agustus 2026, 19:41 WIB
Pemandangan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (5/4/2022). Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 menjadi 5,1 persen pada April 2022, dari perkiraan sebelumnya 5,2 persen pada Oktober 2021. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52 persen. Pram menyebut, angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,29 persen.

"Baru saja dirilis pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Jakarta tumbuh 5,52 persen. Tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen." kata Pramono kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Pramono menjelaskan, kontribusi Jakarta sangat besar bagi perekonomian nasional. Dia mengatakan, produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta memberikan kontribusi Rp 1.050,02 triliun dari total produk domestik bruto (PDB) nasional Rp 6.552 triliun.

 

Tekanan Geopolitik Tak Berpengaruh

Menurutnya, capaian ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap terjaga, meski dunia masih menghadapi tekanan. Hal ini tercermin dari berbagai perang di dunia yang berdampam kepada kondisi stabilitas ekonomi dunia yang sedang tidak stabil.

"Ini menunjukkan bahwa Jakarta terjaga pertumbuhan ekonomi ketika tekanan geopolitik sedang terjadi, hal itu terlihat dari berbagai perang di dunia dan juga kondisi stabilitas ekonomi dunia yang tidak sedang baik-baik saja," ungkapnya.

Karena itu, Pramono menegaskan komitmennya untuk menjaga Jakarta tetap aman dan nyaman. Dia mengaku optimis, kondisi yang selama ini dijaga bersama mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Jakarta maupun nasional di tengah situasi global yang penuh tantangan.

"Mudah-mudahan pertumbuhan nasional dan juga pertumbuhan Jakarta ini bisa menjaga momentum dalam keadaan dunia yang sedang seperti ini. Karena pertumbuhan nasional bisa 5,29 itu juga cukup baik," jelasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya