Liputan6.com, Jakarta - Kepergian Trisno PAS Band meninggalkan cerita pilu mengenai perjuangannya melawan berbagai penyakit komplikasi. Drummer PAS Band, Sandy, mengungkapkan bahwa sahabatnya itu tidak hanya berjuang melawan gagal ginjal, tapi juga masalah di bagian kepala.
"Dan yang bikin lebih parah lagi adalah ada dua sumbatan di kepalanya, sumbatan pembuluh darah yang kalau dibiarkan bisa arahnya ke stroke," ujar Sandy saat ditemui di kawasan Depok, Hari Sabtu (1/8/2026).
Advertisement
Operasi Tangani Sumbatan Pembuluh Darah
Melihat risiko kesehatan yang begitu besar, tim dokter akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan operasi sesegera mungkin. Operasi tersebut dilakukan di bagian kanan kepala sang bassist untuk menangani sumbatan pembuluh darah tersebut.
"Jadi menurut dokter ini harus dioperasi. Harus dioperasi dan akhirnya dioperasi satu, sebelah kanan sini (menunjuk kepala), dibuka. Sudah setelah operasi alhamdulillah berhasil," kata Sandy menceritakan proses medisnya.
Efek Samping Kejang Pascaoperasi
Namun sayangnya, meski operasi kepala tersebut dinyatakan berhasil, muncul efek samping yang membuat kondisi Trisno tetap tidak stabil. Sandy yang sempat menjenguk di rumah sakit melihat Trisno sering mengalami kejang-kejang hebat.
"Tapi efek negatifnya adalah jadi kejang-kejang gitu. Berapa kali waktu saya nengok, saya ajak ngomong, 'Ayo Bro sembuh, sembuh,'" tutur Sandy sambil menahan tangis.
Motivasi Hadapi Masa Kritis
Sandy juga mengingat momen saat ia berusaha memotivasi Trisno agar kuat menghadapi masa kritis tersebut. Ia terus mengajak Trisno berbicara soal rencana manggung band mereka yang sudah terjadwal dalam waktu dekat.
"Ayo Bro kuat, kuat, kuat. Ayo Bro kuat, kuat, kita mau manggung yuk, kita latihan yuk. Tanggal 8 kita akan manggung di Subang," kenangnya.
Kondisi Kesehatan di Hari-hari Terakhir
Kondisi kesehatan Trisno terus mengalami pasang surut selama beberapa hari terakhir di ruang perawatan intensif. Sandy pun sempat meminta bantuan doa dari para penggemar karena merasa kondisi Trisno sudah sangat kritis.
"Kritis, saturasi turun, kemudian alhamdulillah bisa stabil lagi. Saturasi turun lagi, stabil lagi, makanya beberapa kali saya minta temen-temen, 'Ayo dong kirimin Fatihah, doain,'" ujarnya lagi.