4 Tokoh yang Berpeluang Tantang Gianni Infantino pada Pemilihan Presiden FIFA 2027

4 nama mulai disebut berpeluang menantang Gianni Infantino pada pemilihan Presiden FIFA 2027 di Maroko.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 01 Agustus 2026, 19:12 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan menuju kursi Presiden FIFA mulai menghangat jauh sebelum pemilihan digelar pada 18 Maret 2027 di Maroko. Sejumlah nama berpengaruh di sepak bola dunia mulai dikaitkan sebagai penantang petahana, Gianni Infantino.

Infantino telah memastikan akan kembali mencalonkan diri untuk mempertahankan jabatannya. Namun, posisinya mendapat sorotan setelah FIFA resmi membatalkan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah anak perusahaan komersial yang semula dirancang mengelola hak komersial dan operasional turnamen, termasuk Piala Dunia.

Pembatalan FFE pada 1 Agustus 2026 memunculkan kembali perdebatan mengenai arah kepemimpinan FIFA. Di tengah kritik yang muncul, sejumlah figur dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi alternatif dalam pemilihan presiden mendatang.

Meski belum semua menyatakan minat untuk maju, empat nama berikut, berdasarkan laporan BBC Sport, dinilai memiliki pengaruh, pengalaman, dan jaringan politik yang cukup kuat untuk bersaing memperebutkan kursi tertinggi di FIFA.


Victor Montagliani

Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, berjalan melintasi lapangan sebelum final Piala Emas CONCACAF 2025 antara Amerika Serikat dan Meksiko di Stadion NRG pada 6 Juli 2025 di Houston, Texas. (Omar Vega/Getty Images/Getty Images via AFP)

Victor Montagliani menjadi salah satu nama yang paling sering disebut sebagai calon penantang Gianni Infantino. Presiden Concacaf itu memiliki rekam jejak panjang sebagai administrator sepak bola sejak memimpin Canada Soccer hingga akhirnya terpilih memimpin konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia pada 2016.

Montagliani juga memainkan peran penting dalam persiapan Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara. Pengalamannya mengelola proyek berskala besar menjadi nilai tambah menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.

Kemampuan diplomasi menjadi salah satu kekuatan pria yang menguasai empat bahasa tersebut. Ia juga dikenal aktif membangun komunikasi dengan seluruh anggota Concacaf ketika mencalonkan diri sebagai presiden konfederasi.

"Seperti halnya apa pun, ketika saya memutuskan untuk pergi, saya pergi. Saya berkampanye dengan biaya sendiri selama tiga bulan, mengunjungi semua 41 negara, dari AS hingga Bonaire, sebuah pulau kecil di lepas pantai Venezuela," ucap Montagliani.


Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa

Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk kunjungan resmi AFC. (Bola.com/AFC)

Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, juga masuk dalam daftar tokoh yang dinilai memiliki peluang maju. Pemimpin asal Bahrain itu kembali terpilih tanpa lawan untuk masa jabatan keempat hingga 2027.

Lanjut Baca:

Selama memimpin AFC, Sheikh Salman membawa berbagai perubahan kompetisi. Liga Champions Elite, Liga Champions Dua, Liga Challenge, hingga Liga Champions Wanita menjadi bagian dari restrukturisasi besar sepak bola Asia. Di level politik, Sheikh Salman beberapa kali mengambil posisi berbeda dengan Infantino. Ia termasuk tokoh yang menandatangani kritik terhadap tata kelola FIFA serta menolak sejumlah gagasan kontroversial, termasuk usulan Piala Dunia 64 tim. Dengan dukungan dari 46 anggota AFC, Sheikh Salman memiliki modal politik yang cukup besar apabila memutuskan ikut dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya