Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik hingga Rp 5,4 Juta, Ini Rinciannya

Apple disebut bakal menaikkan harga yang cukup signifikan pada seri flagship terbarunya, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

oleh IskandarDiterbitkan 02 Agustus 2026, 06:17 WIB
iPhone 18 Pro Dirumorkan Punya Warna Andalan Baru, Calon Favorit Pengganti Cosmic Orange. (Doc: MacWorld)

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang kenaikan harga pada lini produk Apple tampaknya belum berakhir. Setelah menaikkan harga Mac dan iPad pada Juni 2025, raksasa teknologi asal Cupertino tersebut diproyeksikan bakal memberlakukan lonjakan harga yang cukup signifikan pada seri flagship terbarunya, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, yang dijadwalkan meluncur pada September 2026.

Laporan pada Juli 2026 sempat mengindikasikan kemungkinan kenaikan harga hingga 10 persen. Namun, prediksi teranyar dari analis teknologi Jeff Pu justru jauh lebih mengejutkan.

Melalui unggahannya di platform X, Jeff memperkirakan calon pembeli iPhone 18 Pro harus siap membayar USD 250 hingga USD 300 lebih mahal dibandingkan harga rilis iPhone 17 Pro.

Dengan asumsi kurs Rp 18.029 per USD 1, lonjakan tersebut setara dengan kenaikan sebesar Rp 4,5 juta hingga Rp 5,4 jutaan.

Jika proyeksi Jeff terbukti akurat, sebagaimana dikutip dari Apple Insider, Minggu (2/8/2026), varian dasar iPhone 18 Pro diprediksi akan dibanderol mulai USD 1.399 (sekitar Rp 25,22 juta).

Sementara itu, model tertinggi iPhone 18 Pro Max diperkirakan bakal menyentuh harga awal USD 1.499 (sekitar Rp 27,02 juta).

 

 

Apa Penyebabnya?

Kenaikan harga yang terbilang drastis ini dinilai bukan semata-mata upaya Apple dalam mendongkrak margin keuntungan. Menurut Jeff, pendorong utamanya adalah membengkaknya biaya pasokan komponen inti, terutama RAM dan memori penyimpanan NAND flash.

Selain itu, pengadopsian chipset A20-series berbasis proses fabrikasi 2 nanometer (2nm) dari TSMC juga menjadi variabel penting yang melambungkan biaya manufaktur.

Meskipun lini iPhone tetap menjadi kontributor utama pendapatan Apple, Jeff memperingatkan bahwa kenaikan harga ini berpotensi menekan volume permintaan konsumen saat diluncurkan kelak.

Kendati rekam jejak prediksi Jeff tidak selalu sepenuhnya tepat, tren kenaikan harga ini memang sulit dihindari. Analis dari Counterpoint Research turut menyuarakan kekhawatiran serupa dengan memproyeksikan harga iPhone 18 Pro Max akan naik rata-rata USD 200 (sekitar Rp 3,6 juta).

 

Berkaca dari Strategi Harga iPad Pro

Sinyal penyesuaian harga ini sebenarnya sejalan dengan pola yang diterapkan Apple pada lini produk lain. Sebagai gambaran, harga iPad Pro 11 inci sebelumnya naik dari USD 999 (Rp 18 jutaan) menjadi USD 1.099 (Rp 19,8 jutaan)--naik USD 100 (Rp 1,8 jutaan).

Sementara iPad Pro 13 inci melonjak USD 200 menjadi USD 1.499 (Rp 27 jutaan), atau setara kenaikan 15 persen.

Jika iPhone 18 Pro Max benar-benar mengalami kenaikan USD 300, artinya terdapat lonjakan harga hingga 25 persen tergantung pada kapasitas penyimpanan yang dipilih.

Namun di tengah bayang-bayang kenaikan tersebut, masih ada titik terang. Laporan terbaru mencatat bahwa Apple terus berupaya bernegosiasi keras dengan para produsen panel layar untuk menekan harga pasokan.

Langkah strategis ini diambil guna mengimbangi tingginya biaya RAM dan memori storage, sehingga kenaikan harga akhir di tangan konsumen tidak terlalu ekstrem.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya