Jason Ranti Kolaborasi dengan Isyana Sarasvati di Album GARIS TEGAK, Keluarkan 'Kekuatan Super'

Jason Ranti dan Isyana Sarasvati berkolaborasi di album Garis Tegak. Lafa Pratomo mengungkap lagu itu lahir dari obrolan santai tentang AI.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 01 Agustus 2026, 14:05 WIB
Jason Ranti jadi salah satu dari para musisi kolaborasi untuk EP 'Garis Tegak'

Liputan6.com, Jakarta - Jason Ranti dan Isyana Sarasvati menjadi salah satu kolaborasi yang paling dinantikan dalam album Garis Tegak. Pertemuan dua musisi dengan karakter musikal yang berbeda ini lahir secara spontan, tanpa konsep tematik yang dirancang sejak awal. Produser album, Lafa Pratomo, mengungkap bahwa proses kreatif lagu tersebut justru berawal dari obrolan santai di meja makan.

Jason Ranti mengatakan kolaborasi itu berkembang secara alami, seiring masing-masing pihak membawa pendekatan bermusiknya sendiri. Menurutnya, tidak ada tema khusus yang dijadikan titik awal saat proses kreatif dimulai.

"Ya itu langsung dihilangkan, tapi kita tidak berangkat dari tema. Dan Lafa punya pendekatan musik yang khas dia, Isyana juga punya," ujar Jason Ranti saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).


Ide Lagu Muncul dari Obrolan Meja Makan

Lafa Pratomo Rayakan 12 Tahun Berkarya. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Lafa Pratomo kemudian menceritakan bahwa ide lagu muncul dari percakapan ringan yang mengalir tanpa arah tertentu. Salah satu cerita yang dibagikan Jason Ranti saat itu mengenai seseorang yang kehilangan pekerjaan karena tergantikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Jadi kita mulainya sebenarnya mungkin bukan secara tematik persis gitu, cuma kita mulai dengan ngobrol aja sih. Ngobrol-ngobrol di meja makan, terus kayak apa namanya, kita cerita gitu. Jeje cerita yang tadi aku bilang gitu, kayak 'Eh ini ada tetangga gua di rumah kan gara-gara kerjanya dia digantiin AI,'" kata Lafa Pratomo.

Cerita tersebut langsung memantik inspirasi Jason Ranti. Menurut Lafa, sang musisi hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menuangkan ide ke dalam tulisan setelah meminta selembar kertas dan pulpen.

"Kita kayak gitu aja. Akhirnya dia lima menit minta kertas sama pulpen, terus dia mengeluarkan kekuatan supernya lah di situ, kayak 'Gila cepet banget nulis.' Ya udah, yuk. Jadi mungkin biasanya kita berangkat dari musik dulu terus akhirnya kita merespon apa wacana-wacana yang coretan-coretannya dia. 'Ini aja deh kita bikin'," ungkap Lafa.

"Terus aku tuangin musik di situ, terus Isyana juga ikut merespon. Ya jadilah, jadilah musik yang amburadul dan awur-awuran tapi ya dengan cara yang indah ya pas didengar lagi, 'Oh ternyata masuk ya gitu,'" sambungnya.

Lanjut Baca:

Lafa mengakui tidak pernah membayangkan sebelumnya akan mempertemukan Jason Ranti dan Isyana Sarasvati dalam satu lagu. Ia menyebut hampir seluruh proyek yang dikerjakannya selalu dimulai tanpa rencana yang benar-benar matang. "Enggak sama sekali. Gua dari semua project ini, gua semua berangkat dari rumah dalam keadaan gua nggak tahu mau bikin apa lagi. Bener semua, ya mungkin semuanya juga akan merasa gitu sih kayak 'Entar mau ngapain ya?' gitu," ujarnya. Meski demikian, menurut Lafa, proses kreatif justru berkembang seiring perjalanan hingga akhirnya melahirkan karya yang layak dibawa pulang dan dikembangkan lebih jauh. "Entar mau ngapain nggak tahu, mau apa, ya udah dateng aja dulu. Tapi di penghujung hari kayak 'Oh ada nih ada sesuatu yang bisa dibawa pulang, bisa direnungkan ulang,' atau kayak gitu bisa dikaryakan kembali gitu," pungkasnya. Album Garis Tegak menghadirkan enam kolaborasi lintas musisi, yakni Feby Putri x Matter Mos, Nadhif Basalamah x Hursa, Ari Lesmana x White Chorus, Isyana Sarasvati x Jason Ranti, Bilal Indrajaya x The Jansen, serta Hindia x Banda Neira. Sementara itu, lagu pembuka berjudul "Seperti Angka 8" yang dibawakan Feby Putri dan Matter Mos dijadwalkan dirilis pada 4 Agustus 2026 mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya