Liputan6.com, Jakarta - Pilot berkewarganegaraan Malaysia berinisial MS ditangkap di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Dia ketahuan membawa 25,19 kilogram atau sebanyak 77 ribu butir ekstasi di dalam kopernya.
Tak hanya menyelundupkan narkoba, pilot tersebut diketahui juga memakai tiga jenis narkoba sebelum menerbangkan pesawat dari Kuala Lumpur Malaysia menuju Bandara Soekarno-Hatta Indonesia.
Advertisement
"Sabu ini dipakai sendiri. Dan dari hasil pemeriksaan tes urine kemarin, ternyata positif memakai sabu, Inex, dan ganja. Jadi pada saat terbang, itu sedang memakai,"ujar Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Hengky Tomuan, Jumat (31/7/2026).
Sementara, menurut Kasubdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Awaluddin Amin, hasil cek urine tersebut berdasarkan dari kedokteran polisi pada saat penyelidikan di awal berlangsung. Saat penerbangan lalu, MS membawa full ratusan penumpang.
"Yang bersangkutan itu hasil urinenya mengandung tiga zat. Yang pertama MDMA, yang kedua adalah metamfetamin, yang ketiga adalah kokain. Itu jelas, itu dari dokkes yang melakukan pemeriksaan cek urine,"katanya.
Diduga Jaringan Narkoba Internasional
Mengacu temuan-temuan itu, diduga kuat pilot MS terlibat dalam jaringan narkoba internasional. Apalagi, dari hasil interogasi dan BAP terungkap dia sudah tiga kali membawa ekstasi masuk ke Indonesia.
"Dua kali di Jakarta, satu kali di daerah lain. Dan itu tidak menutup kemungkinan akan bertambah-tambah lagi. Makanya mohon kami diberi waktu untuk melakukan penyelidikan dalam penyidikan susulan,"katanya.
Polisi mengenakan sangkaan pasal pengedar narkoba, Pasal 113 Ayat (2) juncto Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) subsidair Pasal 609 Ayat (2).
"Berarti sangat berat apa yang dia lakukan kegiatan tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh tersangka," tegasnya.