Pengiriman Chipset Anjlok 15 Persen, Qualcomm dan MediaTek Terpukul Paling Parah

Tak hanya produsen ponsel yang kelimpungan, industri chipset turut terhempas krisis mendalam sepanjang paruh pertama 2026.

oleh IskandarDiterbitkan 30 Juli 2026, 16:25 WIB
Snapdragon 8 Elite Gen 6. Credit: Qualcomm

Liputan6.com, Jakarta - Badai kelangkaan chip memori yang terus berlanjut kini menjalar tajam ke rantai pasok komponen utama smartphone. Tak hanya produsen ponsel yang kelimpungan, industri pembuat mikroprosesor (chipset) juga terhempas krisis mendalam sepanjang paruh pertama 2026.

Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset Counterpoint Research, pengiriman chipset smartphone secara global tercatat merosot hingga 15 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Diwartakan GSMArena, Kamis (30/7/2026), penurunan signifikan ini mempertegas betapa seriusnya hambatan produksi dan tingginya biaya komponen di tingkat global.

Dua pemain terbesar di industri pemrosesan seluler, Qualcomm dan MediaTek, menjadi pihak yang paling merasakan hantaman keras.

Kedua raksasa produsen System-on-Chip (SoC) tersebut mengalami penurunan pengiriman diperkirakan mencapai 25 persen jika dibandingkan dengan semester pertama 2025.

Bagi Qualcomm, lini prosesor flagship terbarunya, Snapdragon 8 Elite Gen 5, beserta jajaran chip kelas premium lainnya hanya mencatatkan pertumbuhan yang sangat terbatas.

Sementara itu, MediaTek harus menghadapi kenyataan pahit di mana pengiriman chip 5G kelas bawah (low-end) mereka terjun bebas. Kendati demikian, lini flagship MediaTek melalui seri Dimensity 9500, performa di pasar masih relatif lebih stabil.

 

Apple, Unisoc, dan Samsung Justru Unjuk Gigi

Di tengah kelesuan pasar, beberapa produsen justru berhasil melawan arus. Apple, Unisoc, dan Samsung mencatatkan peningkatan volume pengiriman SoC selama periode yang sama.

Lonjakan permintaan yang kuat terhadap lini iPhone 17 series menjadi juru selamat Apple, yang sukses menggenjot volume pengiriman chip teranyarnya, A19 dan A19 Pro.

Di sisi lain, fenomena menarik terjadi pada segmen HP murah (entry-level). Analis Counterpoint mencatat adanya pergeseran nyata di mana produsen HP mulai berpaling dari chip 5G MediaTek ke chip 4G buatan Unisoc untuk menekan biaya produksi.

Kenaikan pamor Unisoc ini juga didorong kuat oleh ekspansi kemitraan strategis dengan Xiaomi untuk memperkuat berbagai varian smartphone hemat biaya di bawah lini Redmi dan Poco.

 

Kapan Harga Chip Kembali Normal?

Melihat proyeksi ke depan, Counterpoint mengestimasi pengiriman chipset smartphone global akan menyusut sebesar 14 persen sepanjang tahun 2026.

Segmen entry-level diperkirakan menjadi area yang paling parah terdampak, dengan potensi anjlok hingga 30 persen secara tahunan (YoY).

Kondisi ini diprediksi belum akan membaik dalam waktu dekat. Harga chip memori diperkirakan baru akan stabil dan kembali normal paling cepat pada semester kedua 2027.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya