Ilmuwan Temukan Cara Awetkan Ginjal dalam Waktu Lebih Lama

Ilmuwan menemukan cara baru mengawetkan ginjal yang selama ini belum terpikirkan.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 28 Juli 2026, 08:00 WIB
Ginjal berfungsi sebagai filter bagi tubuh untuk menyaring residu dari darah. (Foto: Unsplash/Robina Weermeijer)

Liputan6.com, Jakarta - Ada isu besar terkait donor organ yang selama ini masih belum bisa dituntaskan dengan optimal. Organ hanya dapat bertahan di luar tubuh manusia selama beberapa jam, bahkan ketika disimpan dengan es.

Dokter bermimpi dapat mengawetkan organ di luar tubuh manusia hingga beberapa hari, minggu, bulan, atau bahkan lebih lama. Hal ini memungkinkan mereka melakukan pemeriksaan pada organ, menemukan kecocokan, dan mengirimkan organ-organ tersebut kepada penerimanya.

Dilaporkan MIT Technology Review, Selasa (28/7/2026), dalam penelitian terbaru, sebuah tim ilmuwan berhasil mendinginkan ginjal babi secara ekstrem dan diawetkan selama berhari-hari. Sebagai catatan, hewan ini memiliki ukuran organ serupa dengan manusia.

Ginjal-ginjal ini bisa bertahan pada suhu -4°C (25°F) dan pada akhirnya diletakkan kembali ke tubuh babi. Sudah terbukti sangat sulit mendinginkan organ, karena begitu kristal-kristal es terbentuk, mereka menyebabkan kerusakan dan organ tidak dapat digunakan. Namun, hal tersebut tidak memadamkan usaha banyak peneliti.

Beberapa pihak berfokus pada kriopreservasi, yaitu proses pendinginan ekstrem dengan sangat cepat dalam mengubah sel menjadi seperti kaca. Proses ini juga menjadi prosedur rutin untuk sel telur, sperma, serta embrio.

Sel-sel tersebut didinginkan hingga suhu -196°C dalam waktu kurang dari 2 detik dan dapat digunakan setelah disimpan selama beberapa dekade.

Belum ada yang berhasil melakukan kriopreservasi dan pencairan kembali organ manusia untuk transplantasi. Namun, banyak tubuh dan otak manusia disimpan di suhu sangat rendah dengan harapan ke depannya nanti organ-organ tersebut bisa dihidupkan kembali. 

Ada salah satu kasus, di mana Stephen L. Coles, ahli gerontologi yang ingin otaknya dibekukan melalui metode kriopreservasi. Setelah ia meninggal pada 2014, jenazahnya dibawa ke Alcor, fasilitas krionika di Arizona.

Tim di sana, memisahkan kepala Coles, mengalirkan cairan krioprotektan, di mana berfungsi seperti cairan antibeku ke dalam otaknya, mengeluarkan otak dari tengkorak, lalu mendinginkannya hingga suhu -146°C.

Pencetus Inovasi

Ketika teman Coles, Greg Fahy, seorang kriobiolog mempelajari otaknya bertahun-tahun, ia menemukan sel otak yang menyusut dapat kembali ke bentuk semula setelah dihangatkan.

Tetapi, hal itu tidak berarti sel-sel ini masih hidup, atau bisa dihidupkan kembali. Disebutkan oleh Matthew Powell Palm dari Texas A&M, ada banyak cara bisa dilakukan dalam membuat neuron-neuron tersebut rusak total.

Powell Palm bersama rekan-rekannya, berhasil menyimpan ginjal babi dalam kondisi super dingin dan sukses mentransplantasinya. Ia menambahkan, kondisi organ tersebut lebih baik dibandingkan ginjal yang disimpan di es.

Meskipun pendekatannya tidak memerlukan krioprotektan, tim ilmuwan lain sedang berusaha menggunakan campuran bahan kimia demi kemungkinan penyimpanan organ pada suhu lebih rendah, serta berpotensi memperpanjang durasi penyimpanannya.

 

Menggunakan Mesin Khusus

Cara lain dalam memperpanjang masa penyimpanan organ adalah menggunakan mesin untuk mengalirkan nutrisi ke dalamnya, meniru proses terjadinya dalam tubuh.

Mesin ini umum digunakan dalam satu dekade dan biasanya digunakan untuk menjaga organ hati dan ginjal hingga 24 jam.

Penelitian kini juga mengadaptasi protokol tersebut untuk berbagai organ, bahkan pada bola mata, hingga sistem perfusi untuk rahim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya