Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menanggapi positif diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). BKKBN mendukung penuh program ini.
Kepala BKKBN Prof. dr. Fasli Jalal menyebutkan, dengan ditanggungnya KB dalam BPJS, diharapkan upaya menekan laju pertumbuhan penduduk dapat berlangsung sukses.
"Upaya menekan laju pertumbuhan penduduk sangat terbantu dengan dicovernya biaya KB oleh BPJS," katanya, ditulis Jumat (13/2/2014).
Fasli mengatakan masyarakat sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak ikut program Keluarga Berencana. "Karena sudah dikaver biayanya, masyarakat diharapkan tidak lagi beralasan tidak ikut program KB," kata Fasli menegaskan.
Dalam Rapat kerja Nasional (Rakernas) BKKBN yang dilakukan bersama beberapa lembaga pemerintahan lainnya di antaranya Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Bapenas dan BPJS persoalan ini menjadi perhatian penting.
Rakernas yang berlangsung selama dua hari dari 11 sampai 12 Februari di Jakarta Convention Center ini untuk memantapkan terwujudnya berbagai program dan menajamkan arah komitmen yang telah dibangun dengan berbagai pihak.
"Karena pada dasarnya BKKBN tidak dapat bekerja sendiri perlu dukungan untuk mencapai MDGS Goal di 2015 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2014," kata Fasli.
(Mia/Abd)
Kepala BKKBN Prof. dr. Fasli Jalal menyebutkan, dengan ditanggungnya KB dalam BPJS, diharapkan upaya menekan laju pertumbuhan penduduk dapat berlangsung sukses.
"Upaya menekan laju pertumbuhan penduduk sangat terbantu dengan dicovernya biaya KB oleh BPJS," katanya, ditulis Jumat (13/2/2014).
Fasli mengatakan masyarakat sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak ikut program Keluarga Berencana. "Karena sudah dikaver biayanya, masyarakat diharapkan tidak lagi beralasan tidak ikut program KB," kata Fasli menegaskan.
Dalam Rapat kerja Nasional (Rakernas) BKKBN yang dilakukan bersama beberapa lembaga pemerintahan lainnya di antaranya Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Bapenas dan BPJS persoalan ini menjadi perhatian penting.
Rakernas yang berlangsung selama dua hari dari 11 sampai 12 Februari di Jakarta Convention Center ini untuk memantapkan terwujudnya berbagai program dan menajamkan arah komitmen yang telah dibangun dengan berbagai pihak.
"Karena pada dasarnya BKKBN tidak dapat bekerja sendiri perlu dukungan untuk mencapai MDGS Goal di 2015 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2014," kata Fasli.
(Mia/Abd)