Dani Olmo Tolak Permintaan Maaf Roberto Ayala, Sebut Alasannya Tidak Benar

Dani Olmo menolak permintaan maaf Roberto Ayala usai insiden final Piala Dunia 2026. Ia menegaskan tidak pernah memancing konfrontasi.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 27 Juli 2026, 06:59 WIB
Dani Olmo dari Timnas Spanyol selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Stadion Dallas pada 7 Juli 2026 di Arlington, Texas. (Molly Darlington/Getty Images melalui AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Dani Olmo menolak permintaan maaf asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, setelah insiden yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026. Gelandang Spanyol itu menegaskan alasan yang disampaikan Ayala tidak sesuai dengan kenyataan.

Rekaman televisi memperlihatkan Ayala mendorong bagian leher Olmo di tengah perayaan kemenangan Spanyol. Beberapa hari kemudian, Ayala menyampaikan permintaan maaf sambil menyebut tindakannya dipicu oleh ucapan Olmo.

Namun, Olmo membantah keras klaim tersebut. Ia menegaskan tidak pernah mengucapkan apa pun kepada Ayala sehingga tidak ada alasan untuk membenarkan tindakan tersebut.

Insiden seusai laga final juga memicu sorotan terhadap perilaku kubu Argentina. FIFA kini telah membuka penyelidikan disipliner terkait kericuhan yang terjadi setelah pertandingan.


Dani Olmo Bantah Alasan Roberto Ayala

Pemain Prancis Aurelien Tchouameni dilanggar oleh pemain Spanyol Dani Olmo (10) dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/David J. Phillip)

Olmo menilai permintaan maaf Ayala kehilangan makna karena masih disertai pembenaran atas tindakannya. Menurut pemain Barcelona itu, seseorang tidak bisa dianggap benar-benar meminta maaf jika masih menyalahkan pihak lain.

Ia menegaskan tidak pernah mengucapkan komentar yang memancing emosi Ayala. Karena itu, Olmo menilai alasan yang disampaikan asisten pelatih Argentina tersebut tidak benar.

"Seseorang yang mengatakan meminta maaf tetapi membenarkan tindakannya dengan mengatakan bahwa pukulan itu merupakan respons atas ucapan saya, berarti sebenarnya dia tidak menyesal karena dia berbohong. Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, jadi dia tidak perlu meminta maaf," ujar Olmo.

"Yang benar-benar menunjukkan jati diri seseorang bukanlah kesalahannya, melainkan keberanian untuk mengakuinya dengan rendah hati, jujur, dan penuh martabat," tegas Olmo.


Olmo Ingin Menjadi Teladan bagi Generasi Muda

Pemain Spanyol Dani Olmo (10) dan pemain Prancis Adrien Rabiot (14) berebut bola dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Tony Gutierrez)

Olmo mengatakan para pemain sepak bola memiliki tanggung jawab besar sebagai panutan. Karena itu, ia berharap sikap para pemain di lapangan selalu mencerminkan sportivitas dan rasa hormat.

Baginya, kemenangan tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari cara sebuah tim bersikap setelah laga berakhir. Nilai tersebut dinilai penting untuk ditunjukkan kepada publik.

"Ketika anak-anak saya, keluarga saya, dan semua pendukung menyaksikan pertandingan itu, saya ingin mereka bangga terhadap cara kami bertanding, cara kami menang, dan yang terpenting terhadap perilaku kami," kata Olmo.

Lanjut Baca:

"Besarnya arti sepak bola membuat kami sebagai pemain menjadi contoh bagi anak-anak dan generasi baru. Karena itu, kami memikul tanggung jawab yang sangat besar," lanjut Olmo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya