Liputan6.com, Jakarta - Proyek kawasan hunian terpadu dikembangkan di Kabupaten Serang, Banten untuk merespons tingginya kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat, khususnya para pekerja di pusat-pusat industri wilayah Banten. Proyek ini dikembangkan oleh PT Hunian Warisan Bangsa (HWB) dan didukung oleh Program Kemitraan UMKM dari LippoLand.
Kawasan ini dirancang sebagai area pemukiman berskala township yang diproyeksikan mampu menampung puluhan ribu penghuni. Perencanaan proyek ini mencakup penyediaan fasilitas umum, infrastruktur pendukung, serta area komersial untuk membentuk ekosistem pemukiman yang mandiri.
Advertisement
Manajemen HWB Serang menjelaskan unit rumah yang ditawarkan dipasarkan mulai dari harga Rp 101 juta dengan status kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM). Setiap unit dirancang dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur. Beberapa tipe bangunan juga menyediakan area halaman belakang serta pilihan bangunan berkonsep bungalow.
Guna mempermudah akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja, pengembang menyediakan pilihan fasilitas pembiayaan dengan tenor hingga 20 tahun. "Melalui skema tersebut, nilai cicilan yang ditawarkan mulai dari Rp 700 ribu per bulan," jelas Manajemen HWB Serang, dikutip Jumat (24/7/2026).
Penjualan unit ini juga memanfaatkan insentif pembebasan PPN dan BPHTB.
Dari sisi penataan lingkungan, kawasan pemukiman ini ditunjang oleh sejumlah fasilitas penunjang kebutuhan harian yang sudah mulai beroperasi, seperti toko kelontong, minimarket, serta layanan perbankan.
Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan dasar berupa klinik serta pusat kegiatan warga yang dilengkapi dengan area kuliner juga disiapkan secara bertahap.
Potensi Pertumbuhan Sektor Manufaktur Banten
Kabupaten Serang saat ini berkembang sebagai salah satu koridor industri utama di Jawa Barat dan Banten. Keberadaan kawasan industri di wilayah Cikande, Kibin, Kragilan, dan Jawilan telah menyerap puluhan ribu tenaga kerja dari ribuan perusahaan manufaktur yang beroperasi di sekitarnya.
Pertumbuhan aktivitas manufaktur tersebut mendorong tingginya permintaan terhadap sarana tempat tinggal yang terjangkau dan memiliki akses dekat ke lokasi kerja. Kehadiran pemukiman terencana di sekitar koridor industri ini diharapkan dapat mengurangi jarak tempuh pekerja sekaligus mendukung efisiensi operasional sektor komersial di kawasan tersebut.
Pengembangan di Serang ini dilakukan setelah proyek hunian serupa sebelumnya direalisasikan di wilayah Purwakarta, Jawa Barat, yang telah terbangun bersama berbagai fasilitas publik dan pusat kegiatan masyarakat.