Liputan6.com, Bandung - Persib Bandung resmi berpisah dengan Djadjang Nurdjaman setelah masa tugasnya sebagai Direktur Teknik tuntas bersamaan berakhirnya kontrak jelang musim 2026/2027.
Manajemen melalui PT Persib Bandung Bermartabat menyampaikan apresiasi atas pengabdian panjangnya.
Advertisement
Keterangan resmi disampaikan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan. Ia menilai peran Djadjang atau Djanur berdampak besar bagi pengembangan klub.
Selama setahun terakhir, Djanur terlibat dalam penguatan pembinaan pemain usia dini serta pengembangan sistem youth development di Persib.
Akhir Masa Tugas Direktur Teknik
Posisi Direktur Teknik yang diemban Djanur menjadi bagian dari agenda Persib membangun klub yang semakin profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing, dengan pandangan jangka panjang terhadap masa depan tim.
Manajemen menilai pengalaman dan pemahaman Djanur terhadap identitas Persib membantu menguatkan arah pengembangan dari level dasar.
"Dalam setahun terakhir, Persib sangat terbantu dengan kehadiran Kang Djanur sebagai Direktur Teknik. Di tengah komitmen kami untuk terus meningkatkan standar klub di berbagai aspek, termasuk pengembangan pemain sejak usia dini, pengalaman dan pemahaman beliau terhadap identitas Persib memberikan kontribusi yang sangat berarti," kata Adhitia dalam keterangan resminya, Kamis (22/7/2026) malam.
"Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan," lanjut Adhitia.
Jejak Trofi: Dari Pemain Hingga Pelatih Kepala
Peran Djanur sebagai Direktur Teknik melanjutkan pengabdiannya yang panjang bersama Maung Bandung, yang berlangsung lintas generasi.
Sebagai pemain, ia turut mengantarkan Persib menjuarai Kompetisi Perserikatan 1986 dan 1989/1990.
Saat menjadi asisten pelatih mendampingi Indra M. Tohir, ia kembali meraih gelar pada Kompetisi Perserikatan 1993/94 dan Liga Indonesia 1994/95.
Ketika dipercaya sebagai pelatih kepala, Persib menjuarai Liga Super Indonesia 2014, mengakhiri penantian panjang selama hampir dua dekade, lalu menambah trofi Piala Presiden 2015.
Pencapaian itu menjadikannya sosok kedua dalam sejarah yang mampu membawa Persib menjadi juara sebagai pemain maupun pelatih, mengikuti jejak Ade Dana.
Kontribusi Era Direktur Teknik Dan Gelar Terkini
Meski tidak berada di sisi lapangan sebagai pelatih, kontribusi Djanur tetap tercatat dalam perjalanan Persib meraih gelar Liga 1 2024/25 dan Super League 2025/26.
Bagi Persib, sosok Djanur dipandang merepresentasikan nilai loyalitas, dedikasi, dan kecintaan terhadap klub, yang melekat dalam perjalanan panjangnya bersama tim.
"Kang Djanur akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Persib. Kami mendoakan beliau senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kelancaran dalam setiap langkah pengabdian berikutnya," ucap Adhitia.
"Hatur nuhun atas semua dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib. Semoga silaturahmi ini akan terus terjaga," tutup Adhitia.