Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Anak Indonesia 2026 menjadi momentum kuat untuk memberikan ruang kreativitas bagi anak-anak Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital secara positif. Komitmen tersebut diwujudkan dengan dilaksanakannya Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC) atau Festival Video Anak ASEAN.
Istimewanya lagi, Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah SEAVFC 2027 yang merupakan sebuah ajang tahunan untuk mempertemukan karya-karya terbaik anak-anak dari negara ASEAN yang berupa video kreatif.
Advertisement
Ahmad Mahendra, M.Tr.A.P., selaku Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, memberikan dukungannya terhadap penguatan kreativitas anak melalui media audiovisual. Menurutnya, itu sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan berteknologi anak sejak dini sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia dalam kancah internasional.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Kementerian Kebudayaan dalam pelaksanaan sosialisasi hingga kurasi karya peserta dengan melibatkan sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, serta penggarap industri kreatif di berbagai daerah.
Pentingnya Pendidikan Nonformal
Sementara itu, Liza Maria, selaku praktisi penyiaran televisi sekaligus pemerhati program anak, mengatakan pendapatnya bahwa Hari Anak Indonesia harus menjadi momentum untuk anak-anak mengekspresikan kreativitasnya melalui pendidikan nonformal.
"Di era digital seperti sekarang, anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan kreatif seperti menulis cerita, membuat video, fotografi, editing, hingga storytelling. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar mereka mampu bersaing di era globalisasi," ujarnya.
Menurutnya, media audiovisual seperti video ini selain hanya menjadi tontonan semata tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk berkarya sekaligus menyampaikan gagasan dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi kreator yang mampu menghasilkan karya-karya positif, kreatif, dan membanggakan Indonesia. Festival ini memberi ruang bagi mereka untuk menyuarakan ide, harapan, dan kreativitas melalui media video," katanya.
Tentang SEAVFC 2027
Mengusung tema "Hear My Voice", penyelenggaraan SEAVFC 2027 akan mengajak anak-anak menyampaikan suara, harapan, kepedulian, dan pandangan mereka terhadap kehidupan melalui karya video.
"Melalui tema Hear My Voice, kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk menyampaikan pandangan mereka. Orang tua, guru, dan masyarakat juga perlu memberikan ruang untuk mendengar suara anak sebagai bagian dari proses tumbuh kembang mereka," ujar Liza Maria selaku Asisten Board of Indonesia.
Harapan Indonesia dengan Diadakannya SEAVFC
Melalui penyelenggaraan SEAVFC, Indonesia ingin membangun ekosistem yang mampu melahirkan generasi kreatif di bidang videografi, animasi, penyutradaraan, penulisan naskah, penyuntingan video, hingga produksi konten digital.
Momentum Hari Anak Indonesia 2026 diharapkan menjadi penguat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia dalam berkarya, berinovasi, dan menjadi bagian dari terwujudnya Indonesia Emas 2045.