Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid

Timnas Spanyol sukses merebut gelar Piala Dunia kedua usai menaklukkan Argentina 1-0 di final 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 21 Juli 2026, 16:26 WIB
Para pemain Timnas Spanyol merayakan kemenangan di Lapangan Cibeles di Madrid pada hari Senin, 20 Juli 2026, setelah Spanyol mengalahkan Argentina di final Piala Dunia di East Rutherford, N.J., dekat New York. (AP Photo/Bernat Armangue)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah penerbangan panjang dari Amerika Serikat, skuad Spanyol mendarat kembali di Bandara Adolfo Suarez Madrid–Barajas, Senin (20/7/2026) siang waktu setempat. Kedatangan mereka langsung disambut dengan serangkaian acara kehormatan, termasuk pertemuan resmi dengan keluarga kerajaan.

Raja Felipe VI dan Ratu Letizia secara pribadi menerima para pemain dan staf pelatih di Istana Zarzuela di Madrid, memberikan ucapan selamat atas pencapaian bersejarah mereka. Setelah itu, tim juga bertemu dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez di Istana Moncloa.

Puncak perayaan terjadi pada Senin sore hingga awal malam, ketika pasukan Luis de la Fuente naik parade bus terbuka melintasi jalan-jalan utama Madrid.

Diperkirakan hingga dua juta orang hadir, memadati arteri kota menuju Plaza de Cibeles, lokasi tradisional perayaan tim nasional Spanyol, untuk merayakan kemenangan ini. Kemenangan Spanyol memicu perayaan yang berlangsung hingga dini hari di seluruh penjuru negeri.


Spanyol Bungkam Argentina

Luis de la Fuente, Pelatih kepala Timnas Spanyol, mengangkat Trofi Juara Piala Dunia 2026 setelah kemenangan timnya dalam pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Justin Setterfield/Getty Images via AFP)

Spanyol berhasil mengukir sejarah dengan merebut gelar Piala Dunia kedua pada tahun 2026, setelah kemenangan dramatis atas Argentina. Gol tunggal dari Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja mengangkat trofi di MetLife Stadium, New Jersey. Kemenangan ini menandai kali kedua Spanyol menjadi juara dunia, menyusul kesuksesan pertama mereka pada tahun 2010.

Pertandingan final yang berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, mempertemukan Spanyol di bawah asuhan pelatih Luis de la Fuente dengan tim Argentina yang berstatus juara bertahan. Laga sengit tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 setelah perpanjangan waktu, di mana dominasi Spanyol terlihat jelas sepanjang 120 menit. Kemenangan ini menambah daftar prestasi Spanyol yang sebelumnya juga menjuarai UEFA European Championship pada 2024 dan UEFA Nations League di tahun 2023.

Argentina harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Enzo Fernández diusir keluar lapangan karena menerima dua kartu kuning, menambah tantangan bagi tim Tango dalam menghadapi serangan bertubi-tubi dari Spanyol. Kemenangan ini memicu perayaan besar-besaran di seluruh Spanyol, yang berpuncak pada parade penyambutan tim di Madrid.


Dominasi La Roja di Laga Puncak

Bek Timnas Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella (tengah), merayakan kemenangan di samping penyerang Argentina bernomor punggung 17, Giuliano Simeone (kiri), dan penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, setelah Spanyol memenangkan pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Sepanjang pertandingan final, Timnas Spanyol menunjukkan superioritas yang mencolok atas Argentina. Mereka mencatatkan 20 tembakan ke gawang, jauh melampaui dua tembakan yang dilepaskan Argentina. Keunggulan ini juga tercermin dari sembilan tendangan sudut yang diperoleh Spanyol, berbanding satu tendangan sudut untuk Argentina.

Kiper Argentina, Emiliano Martínez, menjadi salah satu pemain paling sibuk di lapangan, melakukan 12 penyelamatan gemilang. Jumlah penyelamatan ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia, menunjukkan betapa intensnya tekanan yang diberikan oleh para penyerang Spanyol.

Ketegangan pertandingan memuncak setelah peluit akhir, diwarnai konfrontasi massal yang dipicu oleh Leandro Paredes yang mendorong Gavi dan Eric García. Insiden tersebut menyebabkan gelandang Boca Juniors itu menyusul Enzo Fernández yang juga diganjar kartu merah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya