Liputan6.com, Jakarta - Menurut beberapa perusahaan keamanan siber, peretas sedang membobol situs web dari perangkat lunak blogging, WordPress yang rentan. Jumlah situs web WordPress versi rentan mencapai puluhan juta per hari Senin (20/7/2026).
Minggu lalu, WordPress menambal dua celah keamanan dan mendesak pengguna segera memperbarui perangkat lunak mereka. Karena keparahan ini, memungkinkan WordPress melakukan pembaruan paksa.
Advertisement
Sejak saat itu, perusahaan keamanan siber Patchstack, Hexastrike, dan WatchTowr memperingatkan peretas sedang menerobos celah tersebut secara luas. Artinya, mereka mengambil alih situs-situs rentan.
Diwartakan TechCrunch, Kamis (23/7/2026), masih belum jelas berapa banyak situs web WordPress di internet yang berisiko. Diperkirakan, WordPress versi rentan adalah versi 6.9.0 sampai 6.9.4, dan 7.0.0 hingga 7.0.1.
Menurut statistik remi WordPress, ada lebih dari 400 juta situs web dengan versi rentan, meskipun statistik ini kemungkinan tidak mencakup situs web versi setelah diperbarui.
Konsultan keamanan siber Daniel Card, mengatakan kepada TechCrunch, berdasarkan sampel dari 3.500 situs web WordPress, diperkirakan kurang dari 15% berada di tingkat rentan. Jika menerapkan proyeksi Card pada keseluruhan populasi situs web WordPress di internet, totalnya masih akan mencapai sekitar 90 juta.
Tanggapan Juru Bicara Automattic
Peneliti mengaitkan penerapan pembaruan otomatis, pemblokiran oleh Cloudflare pada situs-situs rentan, dan penggunaan perlindungan keamanan pada situs web dengan terbatasnya jumlah situs web yang saat ini dapat diretas.
WordPress.org, proyek pengembangan kode open source WordPress, belum memberikan tanggapan. Megan Fox, juru bicara Automattic menyatakan semua situs yang di-host oleh Automattic, termasuk WordPress.com, Pressable, WPVIP, dan WP.cloud partners, telah terlindungi bahkan sebelum perilisan.
“Ketika pembaruan kode diumumkan, kami segera menerapkan pada jutaan situs,” tambah juru bicara perusahaan pengelola WordPress.com itu.
Salah satu bug krusial pada WordPress ditemukan dan dilaporkan oleh Adam Kues, dari perusahaan keamanan siber, Searchlight Cyber, yang dinamai sebagai WP2Shell. Jika digabungkan dengan bug lainnya, peretas bisa mengambil kontrol penuh situs rentan tersebut.